Kabupaten Tanjabbar butuh kantor Daops perkuat pencegahan karhutla - ANTARA News Jambi
Tanjab Barat, Jambi (ANTARA) - Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjabbar) Provinsi Jambi membutuhkan kantor daerah operasi (Daops) untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Bupati Tanjabbar Anwar Sadat ketika memimpin pertemuan (audiensi) strategis bersama Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan, Kementerian Kehutanan, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sumatera dan Kepala Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Jambi, di Kuala Tungkal, Rabu.
"Keberadaan Kantor Daops Pengendalian Karhutla di tingkat kabupaten dinilai sangat penting untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan dini," kata Anwar Sadat.
Menurut dia, wilayahnya memiliki karakteristik wilayah dengan hamparan lahan gambut yang cukup luas dan rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau.
Karena itu, rencana pembentukan kantor Daops pengendalian karhutla sudah dianggap perlu, agar mampu mewujudkan wilayah yang bebas dari kabut asap sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjabbar juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penyediaan sarana dan prasarana, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna merealisasikan pembentukan kantor Daops pengendalian karhutla.
Ia menambahkan, selama ini pola koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta dunia usaha terlaksana dengan baik.
Berbagai upaya preventif hingga penegakan hukum terus digalakkan melalui kolaborasi erat dengan berbagai pihak.
Bahkan, setiap tahun pemerintah rutin memberikan pelatihan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) guna meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan di lapangan.
Berdasarkan data luas lahan gambut di Kabupaten Tanjung Jabung Barat berkisar 141.219 hektare, menempatkan wilayah itu sebagai daerah sebaran gambut terluas ke tiga di Jambi di bawah Kabupaten Muaro Jambi seluas 266.054 hektare dan Tanjung Jabung Timur, 181.237 hektare.
"Pemerintah terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan," tutupnya.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.