gop-crypto.vip

Kabupaten Sorong perluas layanan terapi HIV di delapan puskesmas - ANTARA News Papua Tengah

Aimas (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya terus memperluas akses layanan pengobatan bagi penderita HIV melalui delapan puskesmas yang telah memiliki layanan inisiasi terapi antiretroviral (ARV).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Ronny Kalesaran di Aimas, Senin, mengatakan perluasan layanan tersebut bertujuan memudahkan masyarakat memperoleh pengobatan sekaligus meningkatkan keberhasilan pengendalian HIV di daerah itu.

"Untuk saat ini ada delapan puskesmas yang sudah dapat melakukan inisiasi pengobatan ARV. Tim di puskesmas tersebut telah mendapatkan pelatihan, sehingga mampu memberikan layanan kepada pasien," katanya.

Ia menjelaskan puskesmas yang belum memiliki layanan inisiasi ARV tetap melakukan penemuan kasus dan pemeriksaan awal, kemudian merujuk pasien ke puskesmas yang telah memiliki tenaga terlatih.

Menurut dia, setiap tim layanan HIV terdiri atas dokter, perawat, bidan, serta petugas pengelola obat agar pelayanan kepada pasien dapat berjalan secara komprehensif.

Ronny mengatakan obat antiretroviral hingga kini masih dipasok oleh pemerintah pusat dan didistribusikan secara rutin ke fasilitas kesehatan yang memberikan layanan HIV, sehingga ketersediaannya bagi pasien tetap terjamin.

Selain memperluas layanan pengobatan, Dinas Kesehatan juga terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan HIV.

Ia menilai kesadaran masyarakat untuk menjalani pemeriksaan HIV kini semakin meningkat dibandingkan beberapa tahun lalu, seiring semakin gencarnya edukasi mengenai cara penularan dan pentingnya deteksi dini.

"Dulu saat ditawarkan pemeriksaan banyak yang merasa tersinggung. Sekarang masyarakat sudah lebih terbuka karena memahami pentingnya mengetahui status kesehatannya," ujarnya.

Ia menambahkan pelayanan HIV di Kabupaten Sorong terus diarahkan menggunakan pendekatan inklusif tanpa membedakan pasien, meskipun masih terdapat sebagian masyarakat yang menginginkan pelayanan secara tertutup akibat stigma.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, jumlah kasus HIV di Kabupaten Sorong sejak Januari hingga pertengahan 2026 tercatat sebanyak 22 kasus.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.