gop-crypto.vip

Kabupaten Magelang kembangkan kopi organik jadi komoditas unggulan

Kabupaten Magelang kembangkan kopi organik jadi komoditas unggulan

Sabtu, 29 Agustus 2026 17:03 WIB

Image Print

Arsip - Pekerja menjemur kopi Luwak di Pawon Luwak Coffee Desa Wanurejo, Borobudur, Magelang, Jateng, Sabtu (14/11/2020). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww.

Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, selain mengembangkan kopi arabika dan robusta secara umum kini mulai mendorong pengembangan kopi organik sebagai salah satu komoditas unggulan baru.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Puji Lestari, di Magelang, Sabtu, mengatakan program tersebut sejalan dengan pengembangan komoditas pertanian organik lainnya yang selama ini telah dilakukan, termasuk padi organik.

"Yang terbaru kita punya program kopi organik. Ini menjadi salah satu unggulan kita. Ini sejalan dengan pengembangan komoditas organik padi," katanya.

Ia menyampaikan, salah satu kawasan yang kini dikembangkan untuk kopi robusta organik berada di Kecamatan Grabag, dengan luas lahan sekitar 306 hektare.

Menurut dia, pengembangan kopi organik membutuhkan hamparan lahan yang memenuhi persyaratan dan harus melalui proses sertifikasi. Karena itu, ketersediaan lahan dalam satu hamparan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kopi organik.

"Kalau organik perlu sampai sertifikasi lahan. Hamparannya kemudian menjadi satu, tidak terpisah-pisah. Yang seperti ini ada di Grabag," katanya.

Pengembangan kopi robusta organik di Grabag diharapkan semakin memperkuat posisi kopi sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Magelang sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Ia menyampaikan, dengan potensi luas lahan, produktivitas, serta pengembangan sistem budidaya organik, Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong kopi tidak hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai produk unggulan daerah yang memiliki daya saing lebih tinggi.

Saat ini, katanya, luas lahan kopi arabika di Kabupaten Magelang mencapai sekitar 1.075 hektare, dengan produktivitas rata-rata 506,52 kilogram per hektare. Sedangkan kopi robusta memiliki areal tanam yang lebih luas sekitar 2.300 hektare, dengan produktivitas rata-rata sekitar 1.161 kilogram per hektare.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.