gop-crypto.vip

Kabupaten Bandung Barat perkuat efektivitas irigasi guna jaga produksi padi saat kemarau - ANTARA News Jawa Barat

Bandung Barat (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bandung Barat, Jawa Barat, memperkuat irigasi lahan pertanian dengan menyalurkan 157 unit pompa air ke 13 kecamatan sebagai upaya menjaga produksi padi pada musim tanam kedua (MT II) 2026 di tengah ancaman musim kemarau.

Kepala Dinas DKPP Kabupaten Bandung Barat Lukmanul Hakim di Bandung Barat, Selasa, mengatakan bantuan pompa air berukuran tiga inci yang bersumber dari APBN 2026 diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian yang berpotensi terdampak kekeringan.

"Produksi gabah diproyeksikan turun sekitar 10-15 persen pada musim tanam kedua tahun 2026 apabila tidak ada intervensi penanganan kekeringan," katanya.

Menurut dia, bantuan pompa air tersebut diperkirakan mampu mengairi lahan seluas 785 hingga 1.500 hektare, bergantung pada kondisi lahan dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah.

Lukman mengatakan hingga saat ini belum ada desa di Kabupaten Bandung Barat yang mengalami kekeringan total, tetapi pendataan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) mencatat sedikitnya 433 hektare lahan pertanian telah masuk kategori terancam terdampak kekeringan.

"Namun, berdasarkan pendataan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), sedikitnya 433 hektare lahan pertanian telah masuk kategori terancam terdampak kekeringan," ujar dia.

Selain memperkuat irigasi, pemerintah daerah mendorong petani untuk melakukan penguatan dengan menggunakan varietas padi tahan kekeringan seperti Inbrida Padi Sawah Irigasi (Inpari) 42 dan 48.

Penguatan tersebut dilakukan dengan menerapkan teknik budidaya hemat air, menggeser waktu tanam, hingga melakukan diversifikasi komoditas untuk menekan risiko gagal panen.

"Pemerintah daerah juga menyiapkan cadangan pangan untuk kebutuhan darurat apabila bencana berdampak pada masyarakat," katanya.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat mencatat produksi padi pada semester pertama 2026 mencapai 144.977 ton gabah kering panen (GKP).

Pemerintah daerah menargetkan produksi padi sepanjang tahun ini sebesar 265.368,2 ton GKP melalui berbagai langkah mitigasi kekeringan yang telah disiapkan.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.