Jumat (7/8/2026) paigi, IHSG menguat - ANTARA News Megapolitan
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati sentimen dari tingkat global maupun domestik.
IHSG dibuka menguat 8,67 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.352,38. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,63 poin atau 0,26 persen ke posisi 632,49.
"Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.320-6.330, peluang melanjutkan penguatan menuju 6.377 hingga 6.420 masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut hingga menembus area uptrend dan 6.320, IHSG beresiko melanjutkan koreksi sehat untuk menguji area EMA50 sebelum kembali melanjutkan tren naik," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari mancanegara, sentimen pasar cenderung berhati-hati menjelang rilis data nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) pada Jumat (7/8/2026) waktu AS, yang diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan The Fed.
"Data tenaga kerja itu diproyeksikan akan mempengaruhi pergerakan pasar obligasi dan ekspektasi suku bunga, terutama di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi," ujar Liza.
Sementara itu, ketegangan geopolitik meningkat setelah muncul laporan bahwa Iran tengah mengkaji pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, serta menyerang sejumlah target di kawasan tersebut.
"Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global," ujar Liza.
Dari dalam negeri, pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk mendukung daya beli masyarakat, diantaranya mencakup bantuan sosial, insentif transportasi, dukungan sektor pariwisata, pelatihan tenaga kerja, serta menjaga harga BBM tetap stabil hingga akhir tahun.
Sementara itu, tax ratio Indonesia pada semester I-2026 meningkat menjadi 9,32 persen dari sebelumnya 8,42 persen pada periode yang sama tahun lalu, atau 10,44 persen jika memasukkan PNBP SDA.
"Meski menunjukkan perbaikan, sejumlah pengamat menilai target tax ratio APBN 2026 masih menantang karena potensi restitusi pajak yang belum dibayarkan dan pola penerimaan pajak yang bersifat musiman," ujar Liza.
Bursa saham Eropa mayoritas menguat pada Kamis (6/8/2026), di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,54 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,19 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,15 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 1.35 persen.
Sementara, bursa Wall Street AS kompak melemah pada Kamis (6/8/2026), di antaranya indeks S&P 500 melemah 0,18 persen ke level 7.709,96, indeks Nasdaq Composite melemah 0,39 persen ke 29.373,33, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,85 persen ke 53.885,10.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 0,99 persen ke 65.030,00, indeks Shanghai menguat 0,30 persen ke 3.911,4, indeks Kospi melemah 1,00 persen ke 6.228,41, indeks Hang Seng melemah 0,28 persen ke 25.441,81, dan indeks Straits Times menguat 0,34 persen ke 5,658,26.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.