John Herdman Waspadai Malaysia di FIFA ASEA Cup, Sebut Punya Ancaman Lebih Besar
Sabtu, 26 September 2026 - 00:30 WIB
Jakarta, VIVA – Timnas Indonesia mengawali kiprah di Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Namun, John Herdman tidak ingin timnya larut dalam hasil tersebut karena Malaysia sudah menanti pada pertandingan berikutnya.
Baca Juga
Indonesia mengamankan tiga poin dalam laga Grup A yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat, 25 September 2026. Dua gol Skuad Garuda dicetak Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ragnar membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-12. Berawal dari umpan tarik Luke Vickery, Ragnar menyelesaikannya dengan tenang untuk membawa Indonesia unggul 1-0.
Baca Juga
Indonesia terus menguasai jalannya pertandingan setelah gol tersebut. Dean James sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh, sementara Ragnar dan Ole Romeny juga memperoleh peluang untuk menambah keunggulan.
Singapura mencoba memberikan perlawanan setelah jeda. Maarten Paes harus bekerja mengamankan tembakan jarak jauh Song Ui-young.
Baca Juga
Situasi berubah pada menit ke-70 ketika Singapura harus bermain dengan 10 pemain. Safuwan Baharudin mendapat kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran terhadap Mitchell Baker.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Indonesia tiga menit kemudian. Ole Romeny sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor penalti untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Indonesia mempertahankan keunggulan sampai pertandingan berakhir.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi skuad asuhan Herdman. Namun, pelatih asal Inggris itu sudah mengalihkan perhatian ke Malaysia yang dinilainya menghadirkan tantangan berbeda.
Herdman bahkan memahami besarnya rivalitas Indonesia dan Malaysia. Ia mengibaratkannya dengan Derby Tyne-Wear antara Newcastle United dan Sunderland yang sudah lama dikenalnya.
"Ini pertandingan besar. Jadi seperti yang selalu saya katakan kepada pemain saya: selalu hormati momen pertandingan tersebut," kata Herdman usai laga, Jumat 25 September 2026.
Pelatih 50 tahun itu meminta anak asuhnya tidak terbawa atmosfer rivalitas. Menurut dia, dukungan suporter harus dibalas dengan performa maksimal di lapangan.
"Kami harus memberikan segalanya, seperti biasa," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Herdman juga sudah mempelajari pertandingan Malaysia sebelumnya. Dari pengamatannya, Malaysia memiliki sejumlah pemain baru yang memberikan ancaman berbeda dibandingkan Singapura.
"Mengenai Malaysia, kami harus menghormati mereka. Mereka tim yang bagus," tutur Herdman.
Halaman Selanjutnya
Ia menilai tempo permainan Malaysia juga menjadi perhatian tersendiri. Herdman membandingkannya dengan pertandingan Malaysia menghadapi Bangladesh yang menurutnya berjalan dengan tempo lebih rendah.