John Herdman Tegaskan Tak Ada Lagi Pemain Lokal dan Diaspora di Timnas: Kita Adalah Orang Indonesia
Sabtu, 26 September 2026 - 00:58 WIB
VIVA – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan tidak ada lagi perbedaan antara pemain lokal dan diaspora di skuad Garuda.
Baca Juga
Hal tersebut dikatakan setelah Indonesia menang 2-0 atas Singapura pada laga pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 25 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Herdman menilai seluruh pemain yang membela Timnas Indonesia harus dipandang sebagai satu kesatuan. Menurutnya, mereka memiliki tujuan yang sama ketika mengenakan seragam Garuda dan bermain untuk Indonesia.
Baca Juga
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman (kiri) dala Konferensi Pers usai laga Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup
Photo :
- Abdul Aziz Masindo/VIVA.co.id
"Tidak ada yang namanya pemain lokal. Tidak ada perbedaannya. Tidak ada lokal, tidak ada diaspora. Kita adalah orang Indonesia," kata Herdman dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan.
Baca Juga
Pernyataan tersebut disampaikan Herdman ketika ditanya mengenai starting XI yang seluruhnya diisi pemain keturunan.
"Ini adalah susunan pemain yang ingin mewakili negara ini, yang bersedia naik pesawat terbang dan melakukan tekel 50/50, bermain dengan ketulusan, semangat, dan hati demi para penggemar," tegasnya.
Herdman juga meminta adanya perubahan pola pikir mengenai pembagian pemain lokal dan diaspora. Ia menilai para pemain yang berada di dalam skuad saat ini harus dipandang sebagai bagian dari Indonesia.
"Anda membela bendera, Anda menyanyikan lagu kebangsaan, dan kita berdiri bersama setiap saat. Ini adalah pola pikir yang harus kita ubah," tutur Herdman.
"Orang-orang ini adalah orang Indonesia sekarang. Mereka senang bermain untuk Anda," tambahnya.
Herdman kemudian menyinggung bagaimana komitmen tersebut dapat dilihat dari kerja keras pemain selama dua kali 45 menit. Ia mengatakan pertanyaan mengenai kesediaan pemain membela tim baru relevan ketika mereka mulai ragu melakukan tekel atau berhenti berlari dalam pertandingan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ketika mereka mulai ragu dalam melakukan tekel, ketika mereka berhenti berlari di dalam pertandingan, saat itulah Anda boleh menanyakan pertanyaan tersebut," ujar Herdman.
Dalam pertandingan melawan Singapura, Indonesia memang tidak menurunkan pemain lokal dalam susunan sebelas pemain pertama. Namun, Skuad Garuda berhasil memenangkan pertandingan lewat gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-13 dan Ole Romeny melalui tendangan penalti pada menit ke-74.
Halaman Selanjutnya
Ragnar membuka keunggulan Indonesia setelah menyambar umpan silang mendatar Luke Vickery dari sisi kanan. Sementara itu, Ole mencetak gol kedua setelah Indonesia mendapat hadiah penalti pada babak kedua.