JK tegaskan pentingnya penghijauan lingkungan untuk cegah bencana
Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Muhammad Jusuf Kalla (JK) menegaskan pentingnya penghijauan lingkungan sebagai upaya bersama mencegah berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan.
Jusuf Kalla di Yogyakarta, Minggu, mengatakan bencana yang terjadi seperti banjir, tanah longsor dan masalah yang berkaitan dengan lingkungan itu karena lingkungan rusak oleh ulah manusia pada masa lalu.
"Karena itulah maka PMI bersama-sama tentunya dengan pemerintah, sekarang merencanakan penghijauan di lingkungan kita masing-masing," katanya saat pengarahan Pelantikan Kepengurusan PMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026-2031 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, penghijauan lingkungan menjadi satu satu langkah mencegah banjir, longsor, maupun musibah lingkungan lain.
Semua pihak, katanya, agar bersama melakukan terjadi masalah lingkungan.
"Karena itulah prinsip dasar PMI adalah kemanusiaan. Kemanusiaan yang mandiri, kemanusiaan yang tentunya perlu kita laksanakan secara bersama-sama," katanya.
JK mengatakan saat ini di Indonesia terdapat berbagai bencana yang terjadi hampir bersamaan, seperti di Sumatera, Aceh yang belum selesai renovasi, muncul gempa bumi di NTT, kekeringan yang melanda di Jawa dan beberapa pulau lainnya.
Baca juga: JK dorong rekonstruksi rumah korban gempa NTT libatkan masyarakat
Selain itu, erupsi Gunung Anak Krakatau serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera, yang semuanya membutuhkan perhatian bersama masyarakat dan pemerintah.
"Karena apabila bencana, maka masyarakat tidak bisa berbuat banyak. Karena itu ekonomi daerah itu akan sangat terganggu, kehidupan masyarakat akan sangat terganggu," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, masyarakat yang tidak terkena bencana harus memberikan sumbangan dan perhatian besar kepada korban, karena dari segi agama, hal itu sebagai amal yang besar untuk semua, membantu sesama yang mengalami bencana.
"Namun pada dewasa ini, prinsip kita bersama-sama lebih baik mencegah daripada membantu menyelesaikan. Sekarang ini PMI bukan hanya bergerak dalam menyelesaikan bencana, kita bergerak juga agar bagaimana tidak timbul bencana," katanya.
Ia mengatakan Palang Merah dibentuk untuk mengoordinasikan atau mengatur kerja sama masyarakat kepada para korban.
PMI, ujar dia, berada di tengah antara kelompok masyarakat yang ingin membantu dan yang dibantu.
"PMI berada di tengah, menerima bantuan dari masyarakat, dari perusahaan-perusahaan yang mampu untuk disalurkan kepada masyarakat yang tidak mampu dengan organisasi dan perlengkapan yang baik," katanya.
Baca juga: JK pimpin PMI dalam pengiriman bantuan logistik korban bencana di NTT
Baca juga: Merawat damai Aceh, merawat Indonesia
Pewarta: Hery Sidik
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.