gop-crypto.vip

Jepang jadi primadona, 30 warga Rejang Lebong berangkat jadi PMI - ANTARA News Bengkulu

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mencatat sebanyak 30 warga daerah itu diterima menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama periode Januari hingga Juni 2026, dengan Jepang masih menjadi negara tujuan utama.

Kepala Disnakertrans Rejang Lebong Mohammad Andhy Afriyanto di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan dari total 30 PMI tersebut, sebagian telah diberangkatkan ke negara tujuan setelah menyelesaikan pelatihan bahasa dan keterampilan kerja.

"Jumlah warga Rejang Lebong yang akan berangkat ke luar negeri menjadi PMI tahun ini mencapai 30 orang, dengan negara tujuan terbanyak adalah Jepang," katanya.

Ia mengatakan sebagian calon pekerja migran lainnya saat ini masih mengikuti kursus bahasa dan pelatihan kerja sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.

"Selain Jepang, ada juga yang ditempatkan di Malaysia dan beberapa negara lainnya. Para PMI ini bekerja di sektor industri, seperti manufaktur elektronik dan usaha rumah makan," kata dia.

Ia mengatakan Disnakertrans Rejang Lebong juga memastikan seluruh calon pekerja migran memenuhi persyaratan administrasi dan legalitas sebelum diberangkatkan agar memperoleh perlindungan selama bekerja di luar negeri.

Seluruh proses penempatan PMI tersebut dilakukan melalui lembaga penempatan resmi yang telah terakreditasi pemerintah.

Untuk mencegah keberangkatan pekerja migran secara nonprosedural, Disnakertrans Rejang Lebong mengimbau masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri agar berkonsultasi langsung ke kantor dinas setempat.

"Di halaman kantor Disnakertrans Rejang Lebong sudah dipasang papan pengumuman berisi persyaratan dan tata cara menjadi PMI. Warga yang berminat silakan datang langsung untuk mendapatkan informasi resmi," kata Andhy.

Pewarta: Nur Muhamad
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.