Jejak Kasus WNI Asal Madiun yang Diduga Kabur Saat Open Trip ke Korea Selatan hingga Berbuntut Panjang
Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:10 WIB
VIVA –Pria asal Madiun Jawa Timur, Femas mendadak jadi sorotan pengguna media sosial menyusul dengan dugaan dirinya kabur saat mengikuti open trip ke Korea Selatan. Dirinya diduga kabur setelah meminta izin untuk berkeliling ke area Myeongdong. Kasus ini pertama kali viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Thread @sarjanabackpacker, Kamis 18 Juli 2026 lalu.
Baca Juga
Menyusul dengan viralnya kasus Femas, berikut ini beberapa fakta seputar dugaan kaburnya WNI asal Madiun itu di Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Awal Mula Kasus
Baca Juga
Kasus ini terjadi pada akhir Juni 2026 lalu. Dalam unggahan thread tersebut, Femas diketahi melakukan perjalanan wisata ke Korea Selatan melalui agen perjalanan Berani Backpacker. Berdasarkan keterangan dari thread yang dibuat akun tersebut, awalnya perjalanan trip tersebut berjalan lancar. Bahkan Femas juga tidak menunjukkan kesulitan selama perjalanan tersebut.
"Tidak ada tanda-tanda sama sekali. Beliau pendiam. Tour leader satu kamar dengannya, diajak ngobrol, diajak makan, diajak jalan. Bahkan ditanya berkali-kali apakah ada kesulitan. Semuanya terlihat normal," tulis akun tersebut dikutip Sabtu 18 Juli 2026.
Baca Juga
Kemudian pada satu malam, Femas berpamitan kepada pihak tour leader untuk berkeliling di kawasan Myeongdong untuk melihat sepatu seorang diri. Namun ternyata setelah itu, pria asal Madiun itu langsung menghilang dan tidak bisa dihubungi.
"Beliau berkata ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong lalu menghilang. Tidak pernah kembali ke hotel, tidak pernah menjawab telepon. Tidak pernah membalas WhatsApp, tidak pernah memberi kabar. Seolah-olah semuanya sudah direncanakan," sambung unggahan tersebut.
2. Upaya Pencarian hingga Lapor ke Pihak Kepolisian Korea Selatan
Dijelaskan juga bahwa staf agen perjalanan tersebut tak tinggal diam. Mereka melakukan pencarian selama berhari-hari. Bahkan pihaknya juga melaporkan hilangnya Femas ke pihak kepolisian Korea Selatan. Namun sayangnya usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
"Selama berhari-hari, tour leader mencari. Menghubungi berkali-kali. Menyisir lokasi terakhir. Melapor ke pihak berwenang di Korea. Tetapi hasilnya nihil," tulis akun tersebut.
Viral kasus dugaan WNI kabur saat open trip ke Korea Selatan
Photo :
- Tangkapan layar Thread sarjanabackpacker
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
3. Sambangi Pihak Keluarga Femas
Pihak agen travel juga langsung mendatangi pihak keluarga Femas di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu Madiun. Mereka berharap keluarga Femas bisa bekerja sama agar pria 22 tahun itu bisa kembali ke tanah air. Namun sayangnya hal tersebut tidak bebruah manis. Ibunda Femas tidak kooperatif hal ini terlihat saat dirinya mengungkap tidak tahu tentang Femas.
Halaman Selanjutnya
"Kami bertemu langsung dengan ibunya. Kami datang dengan baik-baik, tidak ada bentakan, tidak ada ancaman. Kami hanya ingin mencari jalan keluar. Namun sejak awal jawaban yang kami terima hanyalah 'Saya tidak tahu'. Ditanya lagi 'saya tidak tahu'. Ditanya lebih dalam 'saya juga tidak tahu'," tulis akun tersebut.