gop-crypto.vip

Jateng gelar pameran virtual arsip era kolonial

Jateng gelar pameran virtual arsip era kolonial

Kamis, 24 September 2026 00:28 WIB

Image Print

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng Rahmah Nur Hayati, saat menyampaikan pernyataan terkait pameran virtual arsip. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Pameran Virtual Kearsipan Jawa Tengah 2026 bertema "Jawa Tengah dalam Arsip" menghadirkan arsip Karesidenan Semarang era kolonial 1800-1900 M, hingga jejak sejarah perkebunan kopi di Jateng.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng Rahmah Nur Hayati, di Semarang, Rabu, mengatakan pameran itu diikuti Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan 35 dinas kearsipan dan perpustakaan kabupaten/kota se-Jateng.

Pameran tersebut dapat diakses melalui laman https://arpusda.jatengprov.go.id/pameran-virtual/ dari tanggal 23 September hingga 12 Oktober 2026.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi cara untuk mendekatkan sejarah Jateng kepada generasi muda yang semakin akrab dengan media digital.

"Arsip tidak lagi terkungkung di dalam depo arsip yang tertutup, tetapi terbuka, interaktif, dan mudah diakses oleh siapa pun, di mana pun," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga meluncurkan Diorama Virtual Jawa Tengah (Diva Jateng), yakni layanan digital tiga dimensi yang interaktif dan imersif.

Sejumlah ruang di dalamnya menggambarkan perjalanan Gubernur Jateng dari masa ke masa, memori kolektif bangsa/memori of the world yang terkait Jateng, serta tokoh-tokoh terkemuka di Jateng.

Sementara itu, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Mego Pinandito mengapresiasi penyelenggaraan pameran virtual dan peluncuran DIVA Jateng.

Menurut dia, inovasi digital membuat arsip dapat disajikan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

"Arsip yang tadinya merupakan sebuah rekaman, kertas saja, nantinya bisa diramu dan dijadikan cerita-cerita menarik," katanya.

Ia mengatakan ANRI ikut serta dalam pameran virtual dengan mengangkat tema "Sak Seruput Sak Cerita: Lelakon Kopi Jawa Tengah ing Arsip", yang mengangkat perjalanan kopi di Jateng melalui perspektif arsip.

"Kalau kita bicara kopi, bukan hanya minum kopi. Ngopi-ngopi biasanya dilanjutkan dengan diskusi, rapat-rapat yang mendalami perjalanan sosial sebuah masyarakat, dari sisi ekonomi, budaya, dan sebagainya," katanya.

Melalui pameran tersebut, arsip diharapkan dapat bercerita tentang perjalanan masyarakat Jateng dengan cara yang lebih menarik dan relevan.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.