gop-crypto.vip

Jasad Kru Aruphadatu 1 Terindentifikasi, PFI Desak Basarnas Buka Kembali Pencarian Rombongan Jurnalis

Ayu Rachmaningtyas

| 23 September 2026, 17:46 WIB

Jasad Kru Aruphadatu 1 Terindentifikasi, PFI Desak Basarnas Buka Kembali Pencarian Rombongan Jurnalis

Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudo, meminta pencarian rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda kembali dibuka.

AKURAT.CO Terungkapnya identitas jasad yang ditemukan di perairan Sawang Beko, Pulau Enggano, Bengkulu Utara, menjadi titik terang dari peristiwa hilangnya rombongan jurnalis di Selat Sunda.

Diketahui, berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jasad Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, bahwa secara genetik BM/06/P.Enggano/01 itu kode jenazah Mr. X tadi teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal Arupadhatu 1.

Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat, Dwi Pambudo, menyatakan bahwa penemuan ini dinilai menjadi titik terang baru yang sangat krusial setelah operasi pencarian gabungan resmi dihentikan oleh Basarnas pada hari ke-10 (17 September 2026) lalu.

Baca Juga: Polda Banten: Jasad di Pulau Enggano adalah Surakman, Kru Kapal Rombongan Jurnalis yang Hilang

"Penemuan jasad salah satu kru kapal ini merupakan bukti autentik pertama sejak hilangnya rombongan. Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadaan kapal serta para penyintas (survivor) lainnya," ujar Dwi Pambudo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Atas dasar penemuan bukti baru ini, pihaknya mendesak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) beserta tim SAR gabungan TNI/Polri untuk segera membuka kembali Operasi SAR Gabungan.

PFI meminta penyisiran intensif dilakukan kembali secara fokus di kawasan radius ditemukannya jenazah tersebut, serta di jalur perairan arah Selat Sunda menuju Enggano.

Baca Juga: Tata Cara Shalat Ghaib untuk Para Jurnalis yang Hilang di Perairan Anak Krakatau

PFI Pusat mengingatkan kembali komitmen dari otoritas SAR pada saat penutupan operasi pekan lalu, yang menyatakan bahwa operasi penyelamatan akan langsung dibuka kembali secara otomatis jika ditemukan petunjuk atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan para korban.

"Harapan kami dan pihak keluarga sama sekali belum padam. Kami meminta negara hadir secara maksimal untuk melacak keberadaan 5 rekan jurnalis kami dan 2 kru kapal lainnya yang masih berstatus hilang. Waktu sangat berharga, dan setiap detiknya berarti bagi keselamatan mereka," tegas Dwi.

Hingga saat ini, PFI Pusat bersama seluruh pengurus daerah terus melakukan pendampingan penuh terhadap keluarga dari kelima jurnalis foto yang hilang, yakni Yudistiro Pranoto (iNews), Donal Husni (Jurnalis Lepas), Arie Basuki (Merdeka.com), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), dan Muhammad Bagus Khoirunas (LKBN Antara). PFI juga akan mengawal seluruh proses ini hingga tuntas.