gop-crypto.vip

J+ Art Awards 2026 Umumkan 4 Pemenang Utama di Jakarta |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Connected Art Platform menggelar puncak penganugerahan J+ Art Awards 2026 di RUCI Art Space, Jakarta. Acara bertajuk J+ Art Awards 2026 Awarding Week ini mengusung tema “MIRAGE” setelah melalui rangkaian pameran dan kolaborasi sepanjang tahun.

Program ini menghadirkan karya-karya terpilih edisi 2026 sekaligus mempertemukan seniman, inovator, kolektor, komunitas seni, media, dan publik. J+ Art Awards lahir dari visi untuk membuka ruang yang lebih beragam bagi seniman serta menemukan talenta baru di luar arus utama.

Sejak awal, J+ Art Awards menggunakan mekanisme open call untuk menjangkau seniman dari berbagai latar belakang lintas disiplin. Langkah ini memberikan kesempatan kepada para seniman untuk mendapatkan eksposur dan terhubung dengan ekosistem seni yang lebih luas.

Ajang ini pertama kali digelar pada 2024 melalui kolaborasi dengan Saloka Theme Park bertema “Beyond Green”. J+ Art Awards kini terus memperluas jangkauan internasionalnya secara berkelanjutan.

Dari partisipasi 13 negara pada edisi pertama, J+ Art Awards 2026 kini menjangkau seniman dari 43 negara dengan lebih dari 400 pendaftaran. Memasuki tahun ketiga, ajang ini berkembang sebagai pencarian bakat internasional yang memperkenalkan seniman dari berbagai generasi, medium, dan latar belakang melalui penghargaan, pameran, serta kolaborasi jaringan mitra.

Pada edisi ketiga ini, J+ Art Awards 2026 memilih 25 finalis dan 9 peserta kategori mahasiswa (Student Category). Para finalis terdiri dari Agung Bule, Andreas Lutz, Anthony Tandazo, Bayu Putra Pratama, Dr Jasmine Pradissitto, Dwiky Aditya, Dyah Retno Fitriani, Farjana Salahuddin, Indra Widiyanto, Ivan Bestari & Asriuni Pradipta, Jesca Delaren, Maryo Pratama, Meita Meilita, Minji Sani, Mira Rizki, Mochamad Rizky Aditya, Monika Emania Kristienda, Nandita Basak, Ni Wayan Penawati, Rahardi Handining, Raka Hadi Permadi, Samuel Alexander & Thalia Halim, Suryani Indah Sari, Theano Giannezi, serta Trio Muharam.

Sementara itu, kategori mahasiswa diikuti oleh Aisyah Hillya, Aldric Saverio Akmal, Aliya Sakina Murdoko, Azzahra Adiva, Eisha Badiyya, Glenys Cailyn Bachumair, Inara Yasmina Nuraisha, Raisha Riandra, dan Sidney Grace Suwandi.

Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2026) untuk empat kategori utama dan satu penghargaan khusus, yaitu J+ Grand Prize, Impact Award, Innovation Award, Student Award, serta Honorary Mention. Penilaian didasarkan pada keragaman perspektif juri internasional yang terdiri dari Dr Aisha Almisnad (Qatar), Prof Noboru Tsubaki (Jepang), Flora Miranda (Austria–Belgia), M Ilham Samudra (Indonesia), dan Mona Liem (Indonesia–Swiss).

Mira Rizki meraih J+ Grand Prize melalui karyanya “PAK! PAK!” yang mengeksplorasi hubungan antara suara kekuasaan dan janji pembangunan. Potongan audio pidato proyek strategis nasional diolah hingga getarannya menggerakkan tanah di atas pengeras suara, lalu pergerakan tersebut ditangkap dalam resin pinus dan dibentuk menjadi objek transparan.

Impact Award dianugerahkan kepada Dwiky Aditya melalui karya “Sesa Raga” yang mengangkat wastra sebagai identitas dan pengetahuan leluhur yang perlahan kehilangan konteks. Melalui perpaduan teknik, material, dan motif tradisional, karya ini menggambarkan warisan budaya yang bertahan di tengah pergeseran zaman.

Sementara itu, Thalia Halim dan Samuel Alexander menerima Innovation Award melalui “RoboPainting – Flowers”. Karya ini merupakan instalasi kinetik interdisipliner yang mengeksplorasi relasi antara lukisan, robotika, mekanisme cetak 3D, dan kecerdasan buatan (edge AI).

Student Award diraih oleh Aldric Saverio Akmal melalui karya “The Different World” yang menggambarkan perjalanan seorang anak memasuki dunia asing. Karya ini mengeksplorasi rasa ingin tahu, ketidakpastian, dan keberanian dalam menghadapi hal yang belum dikenal.

Andreas Lutz menerima Honorary Mention melalui karya interaktif “Capture / Resemble” yang mengeksplorasi hubungan antara manusia, gerak, dan kecerdasan buatan. Karya ini menerjemahkan karakteristik dan ekspresi wajah pengunjung menjadi gerakan abstrak yang terus berkembang melalui proses adaptasi.

Keterlibatan Dr Aisha Almisnad dari Qatar Museums juga berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas. Bersama tim Qatar Museums dan Kedutaan Qatar, mereka hadir di Jakarta untuk membuka peluang kerja sama dan pertukaran budaya jangka panjang.

Acara pembukaan penganugerahan dihadiri oleh para seniman, mitra, kolektor, dan pelaku industri kreatif dari Indonesia maupun mancanegara. Pameran J+ Art Awards 2026 masih berlangsung pada 10–25 Oktober 2026 di RUCI Art Space, Jakarta, untuk memberikan kesempatan kepada publik melihat langsung karya para seniman terpilih.