gop-crypto.vip

Iran Respons Trump: Hormuz tak Bisa Direbut Lewat Cuitan atau Pengerahan Kapal Induk

Bagikan:

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan Selat Hormuz tidak dapat direbut hanya dengan sebuah cuitan, pengerahan kapal induk, perintah, ataupun pidato kampanye pemilu.

Pernyataan tersebut disampaikan Gharibabadi menepis klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sesumbar akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah negaranya.

WamenluIran itu mengatakan ASharus mengakui kekalahan strategis dan serius yang telah dideritanya dalam perang melawanIran.

“Iran tidak takut terhadap ancaman dan tidak dapat diintimidasi oleh unjuk kekuatan,” katanya melalui unggahannya di platform media sosial X dikutip ANTARA dari Anadolu, Sabtu, 15 Agustus.

“Selat Hormuzitu milik Iran, sekarangmilik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran. Sampai kalian menerima kenyataan mengenai kekalahan kalian dan meninggalkan fantasi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade di Hormuz,” tambahnya.

Dalam pernyataannya sehari sebelumnya, Trump mengklaim Angkatan Laut AS sedang memberlakukan blokade penuh terhadap Selat Hormuz.

“Setelah mengalahkan Iran sepenuhnya, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” kata Trump.

BACA JUGA:


Sementara itu, para pejabat Iran berulang kali mengatakan selat tersebut tidak akan dibuka kembali selama ASmasih melakukan intervensi di kawasan itu, mempertahankan blokade angkatan laut, dan tidak memenuhi persyaratan dalam kerangka kesepakatan Juni antara Teheran dan Washington.

Melalui platform Truth Social, Trump juga mengklaim AS telah memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan meyakini kendali tersebut dapat dipertahankan.

Ibrahim Zolfaqari,juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiyayang merupakan badan militer tertinggi Iran dalam mengoordinasikan perang, membantah klaim Trump tersebut pada Kamis.

“Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintasiSelat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran,” kata Zolfaqari.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+