gop-crypto.vip

IPB University kirimkan bantuan bibit cabai ke petani Kampung Kumbe, Merauke - ANTARA News Megapolitan

Bogor (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University kirimkan bantuan bibit cabai varietas Bonita IPB, Neno Tavi IPB, dan Patriot IPB kepada petani Kampung Kumbe, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Ketua TEP 9 IPB University Prof Muhamad Syukur dalam keterangannya di Bogor, Sabtu, menyatakan varietas Bonita IPB merupakan varietas cabai rawit merah nonhibrida dengan produktivitas mencapai 16 ton per hektare dan toleran terhadap virus.

Prof Muhamad Syukur yang juga Ketua Inovator Bonita IPB menyebutkan varietas cabai Bonita IPB bertipe ORI dan dapat beradaptasi di dataran rendah hingga dataran tinggi. Karena bersifat nonhibrida, benihnya dapat diperbanyak sendiri oleh petani.

Penyerahan dilakukan oleh Ketua TEP 9 IPB University Prof Muhamad Syukur dan Ketua TEP 8, Dr Zulfikar Damaralam Sahid, kepada Kepala Kampung Kumbe, Edoardus A Basik Basik, yang mewakili para petani.

Baca juga: Mentan sebut bantuan bibit perkebunan di Lampung capai 30.000 ha

Selain memberikan bantuan bibit cabai, TEP 9 IPB University juga mengadakan Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budi Daya dan Produksi Benih Cabai di Kampung Kumbe, awal Oktober ini. Pelatihan diikuti 40 peserta, yang terdiri atas petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), aparat kampung, dan anggota kelompok tani.

Kegiatan tersebut bertujuan membekali petani dengan pengetahuan budi daya sekaligus mendorong kemandirian benih cabai di Distrik Malind.

Sementara itu Dr Zulfikar Damaralam Sahid menambahkan varietas Neno Tavi IPB merupakan varietas cabai keriting nonhibrida dengan produktivitas mencapai 20 ton per hektare dan tahan terhadap virus.

“Petani juga dapat memperbanyak sendiri benih Neno Tavi karena varietas ini bukan hibrida,” kata Dr Zulfikar yang juga anggota tim inovator Neno Tavi IPB.

“Semoga Patriot IPB dapat beradaptasi dengan baik di daerah transmigrasi,” ujar Prof Syukur.

Ia berharap pemberian varietas tersebut dapat menjadi langkah awal bagi petani di Distrik Malind untuk memproduksi benih cabai secara mandiri. Distrik Malind merupakan salah satu wilayah dengan kegiatan penanaman cabai yang luas di Kabupaten Merauke.

“Semoga Bonita IPB dan Neno Tavi IPB dapat beradaptasi dengan baik di Merauke,” kata Prof Syukur menambahkan.

Pewarta: Syarif Abdullah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.