gop-crypto.vip

IPB University kembangkan budi daya ayam lokal melalui inovasi genetik serta nutrisi - ANTARA News Megapolitan

Bogor (ANTARA) - IPB University memperkuat kemandirian ayam lokal melalui inovasi genetik, pakan, budi daya, biosekuriti hingga hilirisasi untuk mendukung performa ternak dan nilai tambah produk.

Dekan Fakultas Peternakan IPB University Prof Idat Galih, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, mengatakan pengembangan ayam lokal tidak cukup hanya dengan menyediakan bibit berkualitas saja.

"Pakan sistem budi daya, dan biosekuriti juga harus berjalan secara terpadu agar potensi genetik ayam dapat menghasilkan performa maksimal. Ayam lokal juga memiliki karakteristik dan cita rasa yang berbeda, sehingga memiliki ruang pengembangan tersendiri," kata Prof Idat.

Hasil riset ayam lokal IPB-D1 yang dikembangkan IPB University bersama berbagai lembaga telah berada pada tahap yang dapat diimplementasikan.

"Tantangan berikutnya adalah mendorong penerimaan masyarakat dan pengembangannya dalam skala industri," katanya pula.

Beragam inovasi hasil riset Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University dihadirkan melalui booth IPB University pada Indonesia Livestock Dairy and Meat (ILDEX) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, (16-18/9).

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah ayam IPB-D1, yang dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ayam lokal melalui inovasi genetik, pakan, budi daya, biosekuriti, hingga hilirisasi dan komersialisasi.

Guru Besar Fapet IPB University Prof Sumiati menjelaskan bahwa pengembangan ayam IPB-D1 turut didukung inovasi di bidang nutrisi dan pakan. Timnya mengkaji kebutuhan nutrisi ayam untuk memaksimalkan potensi genetik, performa, serta produksi.

Selain mendukung performa ternak, inovasi pakan juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk ayam IPB. Prof Sumiati berharap ayam lokal dapat memiliki konsumen tersendiri sebagai sumber protein hewani, karena karakteristik tekstur dan rasanya yang berbeda dari ayam ras.

Prof Cece Sumantri selaku peneliti menyoroti potensi komersialisasi ayam IPB-D1, khususnya bagi masyarakat perdesaan. Ayam tersebut dinilai memiliki pertumbuhan yang baik, ketahanan terhadap penyakit endemik, serta kemampuan beradaptasi dengan pakan lokal.

“Ayam ini pertumbuhannya bagus, ketahanan terhadap penyakit endemik sangat baik, dan juga masih adaptasi dengan lingkungan pakan lokal,” ujar Prof Cece menambahkan.

Pewarta: Syarif Abdullah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.