gop-crypto.vip

Investasi Kota Tangerang semester I Rp11,7 triliun serap 29.887 naker

Saya tegaskan kepada perangkat daerah terkait perizinan, jangan ada yang dipersulit

Tangerang (ANTARA) - Realisasi investasi di Kota Tangerang, Banten, hingga semester I 2026 mencapai Rp11,7 triliun terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8,385 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp3,349 triliun serta menyerap 29.887 tenaga kerja selama periode Januari-Juni 2026.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja, di Tangerang, Senin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan aktivitas penanaman modal di daerah itu masih bergerak kuat, meskipun kondisi ekonomi global menghadapi berbagai tantangan.

Selain itu, capaian tersebut setara dengan 77 persen dari target investasi yang ditetapkan dalam RPJMD sebesar Rp15,15 triliun. Investasi tersebut tersebar pada 18.136 proyek.

"Realisasi investasi Semester I 2026 mencapai Rp11,7 triliun atau sekitar 77 persen dari target RPJMD sebesar Rp15,15 triliun. Investasi tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja," kata Sugihharto.

Berdasarkan data semester I 2026, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran menjadi salah satu penyumbang investasi terbesar dengan nilai sekitar Rp3,340 triliun. Berikutnya sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi mencapai Rp1,548 triliun, sedangkan industri kimia dan farmasi mencapai Rp1,156 triliun.

Sektor lain yang turut menopang investasi antara lain perdagangan dan reparasi sebesar Rp1,103 triliun, industri karet dan plastik Rp955 miliar, industri makanan Rp648 miliar, jasa lainnya Rp634 miliar, industri mineral non-logam Rp425 miliar, hotel dan restoran Rp398 miliar, serta industri mesin, elektronik dan optik Rp278 miliar.

Dari sisi investasi asing, pada triwulan II 2026, Seychelles menjadi negara asal PMA terbesar dengan nilai Rp1,075 triliun. Berikutnya Republik Rakyat Tiongkok Rp317 miliar, Singapura Rp252 miliar, Hong Kong Rp117 miliar dan Jepang Rp93 miliar. Investor dari Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Inggris dan Belanda juga masuk dalam daftar negara dengan investasi terbesar pada periode tersebut.

Dari data DPMPTSP Kota Tangerang yang diterima menunjukkan, realisasi investasi pada triwulan II 2026 mencapai Rp6,283 triliun, terdiri atas PMDN Rp4,181 triliun dan PMA Rp2,102 triliun. Angka tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan realisasi triwulan I 2026 yang sebesar Rp5,45 triliun. Namun, secara tahunan terdapat tantangan yang perlu diperhatikan. Realisasi triwulan II 2026 masih lebih rendah dibandingkan triwulan II 2025 yang mencapai Rp8,211 triliun.

"Dengan demikian, capaian semester I 2026 tidak serta-merta menunjukkan pertumbuhan tahunan, tetapi memperlihatkan kemampuan daerah mengejar target tahunan yang cukup tinggi," katanya.

Sementara itu, kinerja investasi Kota Tangerang menunjukkan peningkatan signifikan jika dilihat dari capaian tahunan. Pada 2023, realisasi investasi tercatat sekitar Rp14,9 triliun. Angka tersebut kemudian menjadi Rp14,5 triliun pada 2024, sebelum melonjak menjadi sekitar Rp22,54 triliun pada 2025. Dengan demikian, realisasi investasi pada 2025 meningkat sekitar 55 persen dibandingkan 2024.

Ia menyebut, peningkatan tersebut mencerminkan tumbuhnya aktivitas ekonomi sekaligus semakin kuatnya posisi Kota Tangerang sebagai salah satu tujuan investasi. Menurut dia, kemudahan perizinan dan iklim usaha yang kondusif menjadi faktor penting yang terus diperkuat pemerintah daerah.

"Untuk menjaga dan meningkatkan realisasi investasi, Pemkot Tangerang terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha serta melakukan inovasi layanan perizinan," ujarnya.

Sedangkan Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan kemudahan berusaha merupakan salah satu kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja. Ia meminta perangkat daerah yang berkaitan dengan pelayanan perizinan tidak membuat proses investasi menjadi rumit.

"Saya tegaskan kepada perangkat daerah terkait perizinan, jangan ada yang dipersulit. Semua harus dipermudah, didekatkan, dan dipercepat. Karena ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja," ujar Sachrudin.

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, mengatakan salah satu faktor yang mendorong investasi adalah transformasi pelayanan publik, khususnya melalui keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) dan digitalisasi pelayanan perizinan. Menurutnya, pemerintah daerah berupaya menghadirkan layanan yang cepat, mudah dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

"Berbagai inovasi yang dihadirkan dalam pelayanan perizinan memberikan kecepatan dan kemudahan serta kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Ini berdampak realisasi investasi," kata Maryono.

Sepanjang 2025, DPMPTSP Kota Tangerang telah memverifikasi 5.935 izin berusaha. Pemkot juga menyediakan sejumlah layanan yang diarahkan untuk mempercepat kegiatan usaha, antara lain layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) 10 jam untuk rumah tinggal, fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi UMKM, serta penyediaan Peta Potensi dan Peluang Investasi Kota Tangerang.

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.