Intip Isi Kas Pemerintah di BI & Bank: Ada "Gunungan" Dolar hingga Yen
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai kas dan setara kas pemerintah pada 2025 mencapai Rp 123,16 triliun khusus untuk yang berdenominasi rupiah. Kas itu tersimpan dalam rekening pemerintah di Bank Indonesia (BI) maupun bank umum mitra.
Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2025 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kas pemerintah per 31 Desember 2025 itu sedikit lebih rendah dari catatan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 180,92 triliun.
"Mengalami penurunan sebesar Rp57,75 triliun atau 31,92% dibandingkan tahun 2024," sebagaimana tertera dalam LHP BPK atas LKPP 2025, dikutip Kamis (30/7/2026).
Saldo kas pemerintah yang turun itu terutama disebakan penurunan signifikan pada Rekening Lain BI SAL, dengan penurunan sebesar Rp107,23 triliun atau 68,18% dari semula Rp 157,27 triliun menjadi Rp 50,05 triliun.
Di sisi lain saldo kas pemerintah mengalami kenaikan pada Rekening Kas Penempatan Dalam Rupiah sebesar Rp 50,03 triliun atau mencapai 100,00%.
"Penurunan tersebut terbesar merupakan transaksi pemindahbukuan dana SAL yang disimpan di BI ke instrumen penempatan uang negara pada Bank Umum Mitra dengan total Rp200.000.000.000.000 berdasarkan KMK Nomor 276 Tahun 2025 tentang Penempatan Uang Negara dalam rangka Pengelolaan Kelebihan dan Kekurangan Kas untuk Mendukung Pelaksanaan Program Pemerintah," menurut laporan BPK.
Adapun rincian dari kas dalam rekening pemerintah di BI dan bank umum per akhir 2025 itu sebagai berikut:
Data Kas di Rekening Pemerintah di Bank Indonesia dan Bank Umum dalam Rupiah. (Dok. LHP LKPP 2025 BPK) Foto: Data Kas di Rekening Pemerintah di Bank Indonesia dan Bank Umum dalam Rupiah. (Dok. LHP LKPP 2025 BPK)
Untuk kas pemerintah yang berdenominasi valuta asing atau valas, baik itu di BI maupun bank umum nilainya mencapai Rp 27,37 triliun. Gunungan uang valas itu turun dalam di rekening kas pemerintah dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 169,10 triliun.
"Mengalami penurunan sebesar Rp141,72 triliun atau 83,81% dibandingkan nilai per 31 Desember 2024," menurut laporan BPK.
Penurunan terbesar berasal dari kas di rekening SAL dalam valuta dolar Amerika Serikat (AS) senilai Rp135,96 triliun atau 100,00%.
Penurunan terbesar itu merupakan transaksi pemindahbukuan dana SAL yang disimpan di BI ke instrumen penempatan uang negara pada Bank Umum Mitra dengan total Rp200.000.000.000.000 berdasarkan KMK Nomor 276 Tahun 2025.
Rekening pemerintah dalam bentuk valas ini merupakan rekening pemerintah di BI dan Bank Umum yang digunakan untuk menampung penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara dalam valuta asing.
Valas di dalam rekening kas umum negara (RKU) terdiri dari dolar AS setara Rp 139,53 miliar, dari tahun lalu Rp 537,26 miliar. Lalu, yen senilai Rp 24,31 miliar, dari sebelumnya Rp 21,66 miliar, serta euro Rp 3,89 miliar, dari sebelumnya Rp 23,22 miliar.
ADapun dalam bentuk rekening kas penempatan dalam dolar AS setara Rp 7,20 triliun dari sebelumnya Rp 3,67 triliun, euro Rp 3,73 triliun dari sebelumnya Rp 21,60 triliun, dan yen Rp 14,69 triliun dari sebelumnya Rp 5,97 triliun. Adapula dalam bentuk dolar Australia setara Rp 132,73 miliar pada 2025 dari sebelumnya belum ada.
Adapun rekening SAL dalam valas tak lagi tercatat karena pemindahbukuan ke bank umum mitra, dari sebelumnya Rp 135,96 triliun. Lalu, untuk rekening khusus dalam valas justru naik menjadi Rp 1,39 triliun dari sebelumnya Rp 1,30 triliun. Terdapat pula rekening penempatan dalam valuta CNH atau yuan China di Hong Kong sebesar Rp 38,55 miliar.
Rincian Kas di Rekening Pemerintah di Bank Indonesia dan Bank Umum dalam Valuta Asing sebagai berikut:
Data Kas di Rekening Pemerintah di Bank Indonesia dan Bank Umum dalam Valas. (Dok. LHP LKPP 2025 BPK) Foto: Data Kas di Rekening Pemerintah di Bank Indonesia dan Bank Umum dalam Valas. (Dok. LHP LKPP 2025 BPK)
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]