gop-crypto.vip

Intel Korsel Sebut Kim Jong Un 'Obesitas Parah' BB 140 Kg, Berisiko Sakit Jantung

Jakarta -

Badan Intelijen Korea Selatan atau National Intelligence Service (NIS) merilis penilaian terbaru terkait kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un.

Pria yang dikenal sebagai perokok berat tersebut kini dikategorikan mengidap kondisi 'obesitas parah'.

Anggota Parlemen Korea Selatan, Youn Kun-young, mengutip laporan intelijen yang menyebutkan bahwa bobot tubuh Kim Jong Un diperkirakan telah menembus angka lebih dari 140 kilogram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi fisiknya diklasifikasikan sebagai obesitas ekstrem (parah), dengan berat badan diperkirakan melebihi 140 kilogram," ujar Youn, dikutip dari The Japan Times.

Risiko Penyakit Jantung Mengintai

Diketahui, berat badan Kim Jong Un melonjak drastis disertai kebiasaan merokok berat. Para ahli menilai Kim berada pada tingkat risiko tinggi, untuk mengalami penyakit kardiovaskular atau gangguan jantung dan pembuluh darah.

Meski demikian, laporan intelijen mencatat bahwa Kim saat ini belum menunjukkan hambatan fisik yang berarti dalam beraktivitas.

Ia disebut masih mampu beraktivitas tanpa kesulitan, termasuk saat harus berjalan cepat atau berlari menaiki tangga.

"Dinilai belum ada tanda-tanda masalah kesehatan fatal saat ini, mengingat adanya pengawasan medis super ketat secara terus-menerus dari tim dokter pribadinya," tambah Youn.

Pola Makan 'Mewah' Vs Riwayat Genetik Serangan Jantung

Kondisi berat badan Kim yang melonjak diduga tak lepas dari pola makan dan gaya hidupnya. Paul Smart, mantan executive chef di Hotel Metropole Hanoi yang pernah bekerja bersama koki pribadi Kim pada KTT 2019, membeberkan kegemaran sang pemimpin Korut mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kalori.

"Dia sangat menyukai kaviar, lobster, hingga hidangan mewah tinggi lemak seperti foie gras. Dia benar-benar suka memanjakan lidahnya dengan kuliner kelas atas," ungkap Smart.

Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori dan merokok ini menjadi perhatian khusus para pakar kesehatan, terlebih Kim memiliki faktor riwayat penyakit keluarga (family history).

Baik sang ayah, Kim Jong Il, maupun sang kakek, Kim Il Sung, diketahui mengidap obesitas dan merupakan perokok berat semasa hidupnya-yang mana keduanya sama-sama meninggal dunia akibat serangan jantung.

Kombinasi antara obesitas parah, kebiasaan merokok, serta faktor genetik ini dinilai menjadi "bom waktu" bagi kesehatan kardiovaskular Kim Jong Un di masa depan.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Video: Mau Coba HYROX? Perhatikan Ini Dulu!"
[Gambas:Video 20detik] (sao/naf)