gop-crypto.vip

Ini Alasan Banyak Pabrikan Mobil Listrik Lebih Pilih Pakai Baterai LFP

Jakarta -

Banyak produsen mobil listrik di Indonesia lebih memilih menggunakan baterai jenis LFP. Ternyata ini faktor di baliknya.

Produsen mobil listrik di Indonesia terus bertambah. Nggak heran, makin banyak mobil listrik baru yang diluncurkan di dalam negeri. Adapun dari sekian banyak produsen mobil listrik di pasar domestik, 80 persen di antaranya menggunakan baterai jenis LFP (Lithium Ferro-Phospate).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Ketua Pengembangan dan Penelitian Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Prabowo Kartoleksono dalam Rapat Dengar Pendapat di DPR belum lama ini mengungkap alasan deretan pabrikan lebih condong menggunakan baterai LFP. Menurut Prabowo, baterai LFP itu unggul dari baterai jenis NMC (Nickel Manganese Cobalt) dari sis harga hingga performa.

Harga jual baterai LFP itu lebih murah dari baterai NMC. Selain murah, baterai LFP juga diklaim lebih aman dari sisi teknis.

"Titik nyalanya NMC itu 200 derajat celcius dia langsung jadi api, kalau LFP 800 (derajat), Pak. Jadi dia membutuhkan temperatur yang lebih tinggi untuk bisa menjadi api. Nah ini salah satu kenapa banyak manufaktur memilih LFP karena memang lebih aman," beber Prabowo.

Belum lagi usia pakainya juga disebut lebih panjang ketimbang baterai NMC. Prabowo mengungkap usia pakai baterai LFP itu bisa dua kali lipat lebih lama ketimbang baterai NMC. Degradasi baterai LFP juga disebutnya tak secepat NMC.

Daur ulang baterai LFP juga diklaim lebih praktis ketimbang baterai NMC. Dengan demikian, proses daur ulang baterai juga lebih murah ketimbang NMC.

"Sekarang sudah banyak perusahaan yang mampu mengolah LFP yang sudah kurang bagus itu secara kimiawi diproses sehingga strukturnya bisa kembali normal lagi dan akhirnya jadi baterai yang bagus lagi. Jadi tidak perlu seperti NMC yang pirolisis yang harus dibakar dengan temperatur sangat tinggi, dilelehkan kemudian dipisahkan materialnya atau dengan cairan kimia dipisahkan," lanjut Prabowo.

Namun dia tak menampik baterai LFP punya kelemahan yakni dari sisi densitas yang lebih berat ketimbang baterai NMC. Kendati demikian, seiring dengan perkembangan teknologi, produsen baterai LFP juga terus berupaya meningkatkan performa dari baterai LFP sehingga bisa berimbang dengan baterai jenis NMC.

"Jadi LFP itu sudah hampir berimbang dengan NMC dengan harga jauh lebih murah, performanya hampir menyamai NMC, umur lebih panjang, lebih safe. Jadi itu kenapa 80 persen seperti yang disampaikan rata-rata kendaraan apakah itu motor apakah itu mobil menggunakan LFP," pungkasnya.

(dry/din)