gop-crypto.vip

Indonesia Inginkan Keseimbangan dan Tidak Ada Dominasi di Kawasan

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan, Indonesia menginginkan keseimbangan dan tidak ada dominasi oleh siapa pun di Kawasan, menyebut kehadiran Amerika Serikat dan China di Asia Tenggara penting.

Hal itu dikatakan Menlu Sugiono kepada wartawan di sela-sela gelaran rangkaian Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Ministers’ Meeting, Post-Ministerial Conferences, and Related Meetings (AMM/PMC ke-59) di Manila, Filipina, Rabu (22/7).

"Kita menyampaikan bahwa kehadiran keduanya di wilayah ini merupakan sesuatu yang penting," kata Menlu.

Di sisi lain, Menlu Sugiono mengatakan Indonesia mengatakan ingin adanya keseimbangan, pun demikian dengan negara lain yang dikatakannya menyampaikan nada serupa, mempertimbangkan kepentingan nasional.

"Bagi Indonesia, kita ingin ada keseimbangan. Kita tidak mau ada dominasi oleh siapapun. Kenapa? Karena kita punya kepentingan nasional yang hanya bisa ter-deliver kalau ada keseimbangan yang membawa ke arah kestabilan," jelas Menlu Sugiono.

Negeri Paman Sam mengatakan mereka tidak akan menggadaikan apapun untuk tetap ada di wilayah ini, tetap ada di wilayah ini, bekerja sama secara saling menguntungkan dengan negara-negara di ASEAN, kata Menlu RI.

Sementara Tiongkok sendiri "tentu saja kita tahu juga, mereka merupakan suatu kekuatan ekonomi yang sangat berpengaruh di ASEAN ini."

"Jadi ya kehadiran keduanya kita perlu, kita butuh, dan kita harapkan interaksi dengan sentralitas ASEAN ini. (9:01) Kedua-duanya ini bisa, apa ya, saling bisa ikutlah dalam irama dan kesejukan ASEAN," jelas Menlu RI.

Diketahui, Kemitraan ASEAN–Amerika Serikat yang telah terjalin sejak 1977 akan memasuki tonggak 50 tahun pada 2027. Kedua pihak juga telah meningkatkan status hubungan kerja sama menjadi Comprehensive Strategic Partnership sejak 2022.

Sebagai salah satu investor terbesar dan mitra dagang utama ASEAN, kemitraan ASEAN–AS harus difokuskan pada kerja sama ekonomi yang lebih konkret. Negeri Paman Sam merupakan mitra dagang dan sumber investasi asing terbesar kedua bagi ASEAN, dengan total perdagangan mencapai 552,8 dolar AS dan investasi sebesar 28,56 miliar dolar AS pada 2025.

BACA JUGA:


Sementara itu, hubungan Kemitraan Wicara ASEAN-China tahun ini memasuki tahun ke-35, sementara Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-China tahun ini genap lima tahun. Nilai perdagangan ASEAN dengan Negeri Tirai Bambu pada tahun 2024 mencapai 772,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp13.838.318.400.000.000.

"Kekuatan ekonomi kawasan tidak hanya diukur dari besarnya nilai perdagangan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya menjangkau masyarakat dan pelaku usaha di luar pusat-pusat pertumbuhan," tegas Menlu Sugiono dalam ASEAN Post-Ministerial Conference (PMC) with China yang dihadiri Menteri Luar Negeri Wang Yi.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+