IKN picu lonjakan kredit investasi di Balikpapan - ANTARA News Kalimantan Timur
Pertumbuhan kredit investasi mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap perkembangan ekonomi daerah
Balikpapan (ANTARA) - Kredit investasi di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan tumbuh tinggi pada triwulan II 2026. Lonjakan kredit terutama dipicu pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek hilirisasi industri di Paser dan Penajam Paser Utara, sehingga ikut menguatkan aktivitas ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi mengatakan kredit investasi tumbuh 44,34 persen (yoy). Kredit ini merupakan pinjaman untuk membangun usaha atau proyek, dan kenaikannya menunjukkan pelaku usaha menambah belanja investasi karena melihat prospek ekonomi yang masih kuat.
“Pertumbuhan kredit investasi mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap perkembangan ekonomi daerah,” ujarnya, di Balikpapan,Kamis (30/7).
Secara keseluruhan, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp41,51 triliun atau tumbuh 17,66 persen (yoy). Kredit tetap naik meski sedikit melandai dibanding triwulan sebelumnya. Kualitas kredit juga terjaga dengan NonPerforming Loan (NPL) sebesar 2,57 persen, yaitu tingkat kredit macet yang masih berada di bawah batas aman 5 persen.
Kredit modal kerja tumbuh 3,78 persen (yoy), menunjukkan kebutuhan operasional usaha tetap stabil. Kredit konsumsi naik 5,95 persen (yoy), didukung daya beli masyarakat yang terjaga. Secara struktur, pembiayaan untuk aktivitas usaha mendominasi 64,03 persen dari total kredit.
Dari sisi lapangan usaha, kredit paling banyak terserap sektor konstruksi, perdagangan, dan pertanian. Kredit konstruksi tumbuh sangat tinggi, 176,77 persen (yoy), karena pengerjaan proyek IKN tahap II dan pembangunan fasilitas industri di wilayah selatan Kaltim. Kredit pertambangan dan transportasi juga naik masing-masing 50,09 persen dan 8,33 persen.
Kredit UMKM tercatat Rp12,79 triliun, meningkat tipis dibanding triwulan sebelumnya. Namun secara tahunan turun 0,23 persen (yoy). NPL UMKM naik menjadi 4,2 persen, sehingga perbankan lebih berhati hati menyalurkan kredit baru.
Dari sisi dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp49,52 triliun atau naik 4,15 persen (yoy). Kenaikan ini menunjukkan likuiditas perbankan tetap terjaga, yaitu bank memiliki cukup dana untuk dipinjamkan. Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada 83,82 persen, menandakan penyaluran kredit tetap aktif.
Robi mengatakan BI Balikpapan akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan untuk menjaga intermediasi yang sehat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pewarta: Novi Abdi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.