Ikan asin Desa Pela, Kaltim, tembus pasar Pulau Jawa, 600kg per pekan
Samarinda (ANTARA) - Pelaku usaha ikan asin di Desa Pela, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjual dan mengirim rata-rata 600 kilogram ikan asin per pekan, sebagian di antaranya ke Pulau Jawa, terutama Surabaya.
“Rata-rata penjualan serta pengiriman produk ikan asin kami mencapai sekitar 600 kilogram per minggu dan sebagian dikirim ke Pulau Jawa, terutama Surabaya,” kata pelaku usaha ikan asin Desa Pela, Rahmaniah, di Tenggarong, ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Minggu.
Rahmaniah menjelaskan bahwa tingginya permintaan dari luar daerah didukung oleh mutu produk, ketersediaan bahan baku, serta cita rasa khas olahan perikanan Danau Semayang.
Seluruh bahan baku ikan segar diperoleh langsung dari tangkapan alami nelayan lokal di kawasan perairan danau dan sungai di sekitar Desa Pela.
“Bahan baku murni berasal dari tangkapan sungai nelayan tradisional, bukan hasil budidaya keramba seperti patin, nila, gurami, atau baung,” ujar Rahmaniah.
Proses pengolahan diawali dengan membersihkan atau menyiangi ikan segar, kemudian menggaraminya sebelum memasuki tahap penjemuran secara alami.
Pengeringan dilakukan di atas papan penjemuran khusus. Satu papan kayu penjemuran mampu menampung sekitar lima kilogram ikan basah.
“Jika kondisi cuaca terik matahari sangat panas, proses penjemuran membutuhkan waktu seharian, tetapi saat mendung memakan waktu dua hingga tiga hari,” tutur Rahmaniah.
Produk ikan asin yang dihasilkan mencakup berbagai jenis ikan air tawar, seperti diawan, sepat siam, rapang, puyau (Anabas testudineus), toman (Channa micropeltes), serta haruan.
Harga jual ikan asin bervariasi, bergantung pada jenis dan ukuran ikan, mulai dari Rp20.000 hingga Rp85.000 per kilogram.
“Ikan toman ukuran besar menjadi produk dengan harga tertinggi mencapai Rp85.000 per kilogram, sedangkan haruan (gabus) rata-rata dijual Rp75.000 per kilogram,” kata Rahmaniah.
Sementara itu, ikan asin rapang menjadi varian dengan harga paling terjangkau, yakni Rp20.000 per kilogram untuk agen penampung.
Kepala Desa Pela Supyan Noor menjelaskan bahwa terdapat sembilan kelompok nelayan di wilayahnya. Setiap kelompok beranggotakan sembilan hingga 12 nelayan.
“Komoditas nelayan tangkap di desa kami ialah ikan haruan, lais, baung, sepat siam hingga Toman,” katanya.
Baca juga: Apakah ikan asin sehat? Simak kandungan, manfaat & batasan konsumsinya
Baca juga: Jual beli ikan kering di Pasar Maninjau Agam mulai ramai usai banjir
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.