gop-crypto.vip

IHSG Ditutup Menguat 0,97% ke Level 6.294 pada 4 Agustus 2026, Optimisme Awal Agustus Kian Menguat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026, di zona hijau. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 0,97 persen atau naik sekitar 60 poin ke level 6.294,75, melanjutkan tren positif sejak pembukaan perdagangan bulan Agustus.

Baca Juga

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak stabil di area positif. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.299,35, sedangkan posisi terendah berada di 6.238,40. Penguatan tersebut juga membuat IHSG menjauh dari posisi penutupan sebelumnya di level 6.234,50.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kinerja positif ini mempertegas optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar modal Indonesia pada awal Agustus. Sebelumnya, hingga sesi pertama perdagangan, IHSG juga telah menguat 0,57 persen ke kisaran 6.270 sebelum akhirnya memperbesar kenaikannya hingga penutupan.

Baca Juga

Awal Agustus Historis Menjadi Bulan Positif

Penguatan IHSG pada hari pertama perdagangan Agustus sejalan dengan pola historis dalam lima tahun terakhir. Secara rata-rata, pergerakan IHSG pada bulan Agustus mencatatkan kenaikan lebih dari 3 persen.

Baca Juga

Data historis tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme investor memasuki perdagangan bulan ini. Selain didukung pola musiman, pasar juga tengah mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dinilai memberikan sentimen positif terhadap pasar saham Indonesia.

Pada Agustus 2024, pasar modal Indonesia juga sempat mengalami reli kuat setelah Gubernur Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, memberikan sinyal dimulainya pelonggaran kebijakan moneter dalam pidatonya di Jackson Hole.

Saat itu, Powell menyatakan bahwa "waktunya telah tiba" untuk memulai pelonggaran suku bunga setelah periode pengetatan moneter agresif sejak 2022. Pernyataan tersebut memicu euforia di pasar keuangan global, termasuk Indonesia, hingga IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

Optimisme kala itu juga diperkuat pandangan JPMorgan yang menilai Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang paling diuntungkan dari penurunan suku bunga acuan oleh The Fed.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Inflasi dan PMI Manufaktur Jadi Sentimen Positif

Memasuki Agustus 2026, pasar memperoleh sejumlah katalis positif dari dalam negeri. Salah satunya berasal dari data inflasi Indonesia periode Juli 2026 yang menunjukkan perlambatan menjadi 2,88 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Halaman Selanjutnya

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Juni 2026 yang mencapai 3,34 persen yoy. Bahkan, realisasi inflasi Juli juga berada di bawah konsensus Bloomberg yang memperkirakan inflasi sebesar 3,16 persen yoy.