Ignasius Jonan, Sang Juru Selamat Perkeretaapian yang Kini Kembali ke Pemerintahan sebagai Wantimpres
Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:42 WIB
Jakarta, VIVA – Nama Ignasius Jonan kembali masuk ke lingkar pemerintahan setelah Presiden Prabowo Subianto menetapkannya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres.
Baca Juga
Jonan menjadi salah satu dari 26 anggota Wantimpres yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, Jonan tidak hadir secara langsung dalam prosesi pelantikan tersebut. Meski demikian, namanya tetap tercantum dalam Keppres pengangkatan anggota Wantimpres.
Baca Juga
Kembalinya Jonan ke pemerintahan sekaligus menambah panjang rekam jejak pria kelahiran Singapura, 21 Juni 1963, tersebut. Sebelum dipercaya menjadi Wantimpres, Jonan telah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari sektor keuangan, perusahaan negara, hingga dua posisi menteri.
Dijuluki Juru Selamat Perkeretaapian
Baca Juga
Nama Ignasius Jonan paling dikenal luas ketika dirinya dipercaya menjadi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada 2009.
Jonan memimpin KAI sejak Februari 2009 hingga Oktober 2014. Pada periode tersebut, ia dikenal sebagai sosok yang melakukan perubahan besar terhadap layanan perkeretaapian nasional.
Atas kiprahnya tersebut, Jonan kemudian mendapat julukan "Juru Selamat Perkeretaapian Indonesia". Julukan itu melekat pada dirinya karena transformasi yang dilakukan di tubuh KAI, termasuk pembenahan layanan, peningkatan ketertiban, serta perubahan sistem pelayanan kepada masyarakat.
Periode kepemimpinan Jonan di KAI menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan kariernya sebelum kemudian masuk ke pemerintahan sebagai menteri.
Karakter kepemimpinan Jonan juga dikenal tegas dalam menjalankan prinsip. Presiden ke-7 RI Joko Widodo bahkan pernah menyebut Jonan sebagai sosok yang "keras kepala", sementara mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga pernah menggambarkannya sebagai pribadi yang "kepala batu".
Julukan tersebut merujuk pada karakter Jonan yang dikenal kuat memegang prinsip dan tidak mudah mengubah pendiriannya ketika berhadapan dengan persoalan yang dianggap berkaitan dengan aturan dan kepentingan publik.
Dari Dunia Keuangan ke KAI
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelum dikenal sebagai pembenah perkeretaapian, Jonan memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan.
Ia pernah berkarier di Citigroup dan menduduki sejumlah posisi manajemen. Jonan juga pernah dipercaya sebagai Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia serta Direktur Utama Investasi Perbankan Citigroup.
Halaman Selanjutnya
Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesional Jonan sebelum dirinya dipercaya memimpin KAI.