gop-crypto.vip

Ibu di Cilandak ungkap harus putar jalur selama renovasi sekolah

Jakarta (ANTARA) - Seorang ibu di Cilandak, Jakarta Selatan bernama Sukini (39) mengaku harus memutar jalan saat banjir demi menyesuaikan rutinitas mengantar dan menjemput anaknya selama SDN Cilandak Barat 08 direnovasi.

Sukini mengatakan pengalaman itu telah dialaminya setahun satu bulan selama masa pembangunan.

"Kendalanya karena kita masuk siang, terus kalau hujan terjebak banjir. Di sana kan jalannya banjir, dari arah Timah itu. Nah, di situ. Kalau mau jemput, kita sempat muter-muter mencari jalan. Itu sih kendalanya kalau pas hujan," kata Sukini saat ditemui di SDN Cilandak Barat 08, Jumat.

Sukini mengatakan saat pembangunan, kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke SDN Pondok Labu 12.

Selama sekolah menumpang, ia menghadapi kendala ketika hujan turun karena sejumlah akses jalan menuju sekolah pengganti kerap dilanda banjir. Kondisi tersebut membuatnya harus mencari jalur alternatif saat menjemput anak.

Terlebih, setiap harinya, ia mengantar ketiga anaknya menggunakan sepeda motor dengan rute yang harus disesuaikan berdasarkan lokasi sekolah masing-masing.

Selama gedung sekolah direhabilitasi, kegiatan belajar mengajar berlangsung di sekolah pengganti.

Menurut Sukini, kegiatan ekstrakurikuler tetap berjalan, tetapi pelaksanaannya harus menyesuaikan waktu dan ketersediaan tempat.

Kini, setelah gedung SDN Cilandak Barat 08 kembali digunakan, Sukini mengaku senang melihat perubahan bangunan sekolah yang sebelumnya hanya satu lantai menjadi gedung bertingkat dengan fasilitas yang lebih lengkap.

"Saya kagum karena dulunya sekolah kayak sekolah zaman dulu yang enggak tingkat," katanya.

Dengan demikian, Sukini berharap fasilitas baru tersebut dapat mendukung kegiatan belajar anak-anak sehingga mereka semakin bersemangat mengikuti pelajaran maupun aktivitas di luar kelas.

Sementara itu, Kepala SDN Cilandak Barat 08 Chadidjah menambahkan sejumlah orangtua banyak mengapresiasi sekolah usai adanya rehabilitasi oleh Pemerintah Provinsi DKI.

"Bukan saya aja yang berkomentar. Kalau saya kan kalau kalau orang mengucap sendiri apa bilang sesuatu yang bagus itu namanya sombong atau membanggakan diri, ya kan? Tapi ini keluar dari lingkungan sekitar, "Wow, itu mah kayak mal!" katanya gitu," ucapnya.

Pemprov DKI meninjau pembangunan SDN Lebak Bulus 04 dan SMPN 299 Jakarta serta rehabilitasi SDN Cilandak Barat 08.

Rehabilitasi SDN Cilandak Barat 08 menelan biaya Rp31,42 miliar, dengan luas lahan 2.200 meter persegi dan luas bangunan 4.529 meter persegi.

Gedung tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, antara lain akses ramah disabilitas, lift, sistem proteksi kebakaran, sarana olahraga, dan ruang terbuka hijau.

Bangunan juga dirancang dengan memperhatikan efisiensi energi melalui penggunaan panel surya, pengaturan sirkulasi udara, dan pencahayaan alami.

Baca juga: Pembangunan rampung, SDN Cilandak Barat 08 kini punya gedung sendiri

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.