gop-crypto.vip

Himbara Resmi Lepas Lini Bisnis MI ke Danantara, Seperti Apa Dampaknya?

ILUSTRASI. GEDUNG DANANTARA (KONTAN/Syamsul Ashar)

Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Divestasi perusahaan manajer investasi (MI) milik bank-bank Himbara kepada PT Danantara Asset Management (DAM) dinilai tak bakal memberikan tekanan berarti terhadap kinerja keuangan konsolidasian masing-masing bank.

Head of Research and Product Development LPPI, Trioksa Siahaan menyebut, secara akuntansi memang terdapat konsekuensi bahwa pendapatan dan laba anak usaha manajer investasi tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan grup. 

Namun, kontribusi bisnis tersebut relatif kecil dibandingkan sumber pendapatan utama bank.

"Dampak divestasi perusahaan manajer investasi Himbara ke Danantara terhadap kinerja konsolidasian masing-masing bank cenderung terbatas," ujar Trioksa kepada Kontan pekan lalu.

Ia menjelaskan, bisnis manajer investasi bukan penyumbang utama pendapatan bank. Porsi terbesar laba bank tetap berasal dari penyaluran kredit, pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM), serta pendapatan berbasis komisi (fee based income).

Baca Juga: BRI Tuntaskan Divestasi 65% Saham BRI MI ke Danantara Asset Management

"Kalau melihat kontribusi bisnis manajer investasi relatif kecil dibandingkan sumber pendapatan utama bank dari kredit, margin bunga, dan transaksi fee based, dampaknya terhadap profitabilitas secara keseluruhan diperkirakan tidak material," katanya.

Bahkan, menurut Trioksa, pada tahun pelaksanaan divestasi bank berpotensi mencatat keuntungan yang bersifat satu kali (one-off gain) apabila harga penjualan saham lebih tinggi dibandingkan nilai bukunya.

Trioksa melihat faktor yang lebih penting untuk diperhatikan setelah transaksi rampung adalah keberlanjutan kerja sama bisnis antara bank-bank Himbara dan Danantara Asset Management.

Baca Juga: Merger Empat MI BUMN Berpotensi Lahirkan Raksasa Baru Industri Reksadana

"Ke depan, yang lebih menentukan adalah apakah Himbara tetap memperoleh pendapatan berbasis komisi melalui kerja sama distribusi produk investasi dengan Danantara. Selama sinergi tersebut tetap berjalan, divestasi ini lebih merupakan perubahan struktur konsolidasi dan optimalisasi ekosistem BUMN daripada pelemahan fundamental kinerja masing-masing bank," jelasnya.

Sebelumnya, tiga bank pelat merah, yakni Bank Mandiri, BNI, dan BRI, telah merampungkan pengalihan kepemilikan perusahaan manajer investasi mereka kepada Danantara Asset Management melalui penandatanganan Akta Jual Beli Saham (AJB) pada 22 Juli 2026.

Masing-masing bank menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. 

Dampak utama transaksi ini adalah perusahaan manajer investasi tidak lagi menjadi bagian dari grup sehingga laporan keuangannya tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan bank.

Baca Juga: OJK Terbitkan Aturan Baru MI, Bahana TCW Pastikan MKBD Tetap Sehat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News