HBN 2026 di Surabaya dorong ekonomi perajin batik
Surabaya (ANTARA) - Kementerian Perindustrian bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI) menyiapkan rangkaian Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Surabaya untuk mendorong kebangkitan ekonomi perajin batik melalui pameran hingga kegiatan Batik Berlayar.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan perayaan HBN 2026 menjadi bagian dari kolaborasi pemerintah bersama YBI untuk melestarikan sekaligus mengembangkan budaya batik Indonesia.
"Pada tahun ini, Kementerian Perindustrian kembali menjalin kerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia dalam upaya melestarikan dan mengembangkan budaya batik Indonesia, salah satunya melalui penyelenggaraan HBN," kata Reni saat konferensi pers HBN 2026 di Surabaya, Rabu.
Ia menjelaskan, Surabaya dipilih sebagai tuan rumah HBN 2026 karena memiliki sejarah panjang sebagai Kota Pahlawan sehingga diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan bagi para perajin batik.
Baca juga: Asosiasi Batik Gumelem nilai DCF perluas pasar hingga luar Jawa
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia Gita Pratama Kartasasmita mengatakan HBN 2026 mengusung konsep yang lebih terbuka dan interaktif dengan menghadirkan batik di ruang publik.
"Tahun ini kami ingin membawa batik keluar dari ruang museum dan masuk ke ruang publik. Batik tidak hanya dipajang atau dikenakan, tetapi hadir sebagai bagian dari kehidupan kita untuk dilihat, dipelajari, dinikmati, dan dialami bersama," katanya.
Ia mengatakan konsep tersebut disesuaikan dengan perkembangan zaman agar perayaan HBN dapat terasa lebih dekat dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
"Kami ingin perayaannya terasa lebih dekat, lebih hidup, dan tentu saja lebih menyenangkan, terutama bagi generasi muda. Kami ingin mereka mencintai batik bukan karena keharusan, tetapi karena menemukan alasan sendiri untuk mencintainya," ucapnya.
Rangkaian HBN 2026 dipusatkan di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya melalui Pameran dan Immersive Experience yang berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026.
Selain pameran, kegiatan Batik Berlayar akan digelar di Sungai Kalimas pada 2 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya menghadirkan batik di ruang publik.
Baca juga: Pemerintah dorong agar ekosistem lurik sekuat batik
Baca juga: Batik dengan pewarna alami dari Jombang dipamerkan di BTN IFW 2026
Baca juga: Kudapan Saroja jadi inspirasi motif busana Duai Fav di IFW 2026
Pewarta: Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.