Hasil Referendum: Alberta Tetap Jadi Bagian Kanada
Jakarta, CNN Indonesia --
Hasil referendum di Provinsi Alberta, Kanada, menunjukkan bahwa masyarakat wilayah tersebut ingin tetap menjadi bagian dari Kanada.
CBS News melaporkan warga Alberta memilih tetap bergabung dengan negara Amerika Utara tersebut dalam referendum yang digelar pada Senin (19/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Referendum ini bersifat tidak mengikat dan berisi pertanyaan mengenai apakah warga ingin tetap menjadi bagian dari Kanada atau memulai proses hukum untuk melaksanakan pemungutan suara yang mengikat mengenai kemerdekaan.
Hasil survei dan para analis telah menyatakan bahwa pemisahan mustahil dilakukan karena hanya satu pertiga warga yang menginginkannya.
Alberta dikenal sebagai salah satu wilayah kaya minyak. Namun, sebagian warganya merasa pemerintah federal di Ottawa mengambil terlalu banyak pendapatan dari sumber daya alam Alberta tanpa memberikan imbalan yang sepadan.
Pendiri organisasi advokasi Pathway to Independence, Cory Morgan, menjadi salah satu tokoh yang selama lebih dari 25 tahun memperjuangkan kemerdekaan Alberta. Ia mengatakan akan terus memperjuangkan gagasan tersebut meski warga menolak pemisahan diri dalam referendum.
Profesor Ilmu Politik Universitas Alberta, Jared Wesley, mengatakan sebagian pendukung referendum sebenarnya tidak menginginkan kemerdekaan. Mereka menggunakan pemungutan suara tersebut untuk menyampaikan ketidakpuasan kepada Ottawa.
Data yang dikumpulkan Viewpoint Alberta, sebuah inisiatif penelitian berbasis di Universitas Alberta, menunjukkan dua pertiga pemilih yang mendukung referendum melakukannya untuk mengirim pesan kepada Ottawa.
Morgan menyebut kelompok tersebut sebagai "separatis yang enggan", yakni warga yang merasa "sudah putus asa" dan ingin pemerintah federal lebih memperhatikan kepentingan Alberta.
(blq/dna/bac)