Hari Kesehatan Mental Gaungkan Hak untuk Didengar
Hari Kesehatan Mental Sedunia Gaungkan Hak Setiap Orang untuk Didengar dan Ambil Keputusan
Patricia Astrid Nadia | Beautynesia
Sabtu, 10 Oct 2026 11:30 WIB
Sambut Hari Kesehatan Mental Sedunia, Setiap Orang Berhak Didengar dan Dilibatkan/ Foto: Pexels.com/Andrea Piacquadio
Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental saat ini sudah semakin meningkat. Munculnya dan terus berkembangnya beragam platform layanan kesehatan mental juga membuktikan dukungan psikologis siap diberikan untuk siapa pun yang membutuhkan. Setiap tanggal 10 Oktober, World Federation for Mental Health (WFMH) didukung oleh WHO konsisten memperingati hari kesehatan mental sedunia.
Langkah ini tentu disambut positif sebagai bentuk kehadiran dukungan nyata kalau setiap orang berhak menjadi pribadi yang lebih baik lewat berbagai layanan kesehatan mental yang tepat dan semakin merata. Berikut berbagai hal penting dan makna dari kesehatan mental tahun 2026 yang patut kamu ketahui, Beauties!
Tema Kesehatan Mental 2026
Dikutip dari situs resmi World Health Organization (WHO), “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change” atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai “Pengalaman Hidup Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata”. Siapa pun orang yang tengah berjuang untuk pulih menjadi pribadi yang lebih baik berhak didengarkan dan mendapatkan layanan kesehatan mental tanpa diskriminasi.
Adanya hambatan psikologis, tidak berarti mereka dilarang untuk terlibat aktif, seperti produktif bekerja, bersosialisasi, dan memperkaya diri dengan berbagai kemampuan yang memungkinkan untuk dikembangkan.
Pusat layanan psikologis dan kesehatan mental perlu hadir untuk mendengarkan pengalaman mereka hingga aksinya mereka dapat kembali berkontribusi nyata dan produktif sesuai kemampuan mereka.
2. Didengarkan Secara Aktif

Ketika seseorang didengarkan secara aktif mereka akan merasa berdaya. Termasuk orang yang tengah berjuang pulih menuju kesehatan mental yang lebih baik dengan didengarkan oleh bantuan profesional/Foto: Freepik.com/Freepik
Beberapa layanan psikologis kini sudah semakin berkembang dengan style, metode atau cara penanganan ketika seseorang ingin memperbaiki kondisi mentalnya. Setiap orang tidak ada yang 100% hadir tanpa hambatan. Hanya saja kondisinya berbeda. Ada yang masih dapat membantu dirinya sendiri secara mandiri, membutuhkan arahan singkat atau kecil, tapi ada yang membutuhkan waktu dan proses lebih lama untuk didengarkan.
Layanan psikologis saat ini perlu membekali para profesional untuk hadir dengan sungguh-sungguh dan mendengarkan dengan penuh empati, tanpa menghakimi. Klien yang benar-benar didengarkan, akan terbuka dan bercerita secara aktif, sehingga professional mampu menemukan akar masalah, dan kemungkinan klien dapat memperbaiki kondisinya.
Entah untuk pengembangan diri sendiri, memperbaiki komunikasi dalam keluarga, relasi dengan pasangan, atau lebih mengenal dirinya dengan lebih percaya diri. Siapa pun bebas untuk didengarkan, dan bercerita tentang apa pun yang menjadi hal yang mengganjal dan menghambat diri mereka jadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.
3. Berkontribusi di Dunia Kerja dan Berbagai Setting

Setiap orang sekalipun memiliki hambatan psikologis tetap berhak berkontribusi dalam mengambil keputusan. Tak hanya di dunia kerja, tapi di setiap setting atau ranah kehidupan, didukung dengan dukungan psikologis yang tepat/Foto: Freepik.com/Freepik
Terkadang di beberapa ranah dunia kerja masih ada yang memandang sebelah mata atau terkesan diskriminatif dengan karyawan yang tengah berjuang dengan kondisi mental tertentu. Padahal setiap orang sebenarnya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Di dunia kerja, perlu difasilitasi juga dengan kerja sama atau kolaborasi dengan layanan kesehatan mental.
Bahkan perusahaan yang sehat perlu memberikan apresiasi atas pencapaian karyawan, terutama mereka yang berjuang di tengah kondisi kesehatan mental yang sulit atau tantangannya cukup besar. Memiliki kondisi tertentu terkait mental, bukan berarti tidak mampu mengambil Keputusan hanya saja mereka butuh dukungan lebih, arahan yang lebih jelas dan membuat mereka tetap berani berpendapat dan menyuarakan idenya.
Ketika ada kesulitan perusahaan pun perlu terbuka untuk membantu hingga karyawan tetap dapat menjadi inspirasi dari pengambilan Keputusan yang diambil. Sama halnya di dunia kerja layanan kesehatan mental, ketika ada klien yang berhasil menjalani aktivitasnya dengan kondisi mental yang lebih baik, cerita klien dengan ijin dan informed consent dapat menjadi inspirasi, dimuat dalam tips atau konten media online yang dapat memberikan semangat untuk orang lain. Keputusan ingin jadi lebih baik juga merupakan suatu aksi atau tindakan.
4. Pesan Hadapi Tantangan Kesehatan Mental

Tidak memberikan stigma, diskriminasi atau langkah awal untuk mendukung pulihnya kesehatan mental seseorang. Berikan waktu dan arahan supaya mereka punya kesempatan pulih/Foto: Freepik.com/Freepik
Ketika siapa pun, baik teman atau saudara mengalami kondisi mental yang tidak baik-baik saja, siapkan waktu untuk mendengar. Namun kalau kamu tidak memiliki waktu yang cukup, kamu sangat boleh untuk menyarankan saudara atau teman mendatangi layanan konseling dan memberikan beberapa rekomendasi.
Jangan pernah menghakimi, memberi stigma dan menghalangi mereka untuk pulih menjadi lebih baik. Terlebih dahulu sediakan sedikit waktu atau waktu yang mampu kamu berikan untuk mendengar sekilas kebutuhannya, dan selanjutnya biarkan mereka dapat memilih dan memutuskan cara terbaik yang dapat membuat mereka pulih dengan cara yang sehat. Selagi bisa, berikan dukungan sosial semampu kamu.
Oke, Beauties berikut makna dan pesan penting di hari Kesehatan Mental Sedunia tahun 2026! Jangan takut untuk menghubungi professional dan selamat hari Kesehatan Mental Sedunia!
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
- 3 Tanda Seseorang Sedang Mengalami Krisis Hidup
- Menurut Ahli, 5 Cara Mudah untuk Meningkatkan Kecerdasan
- 3 Tanda Orang yang Tampak Normal tapi Sebenarnya Tidak Baik-baik Saja
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.