gop-crypto.vip

Harga Minyak Dunia Turun usai Trump Kaji Cabut Sanksi Tanker 'Musuh'

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia turun pada perdagangan Jumat pagi (16/10) pagi imbas dari rencana Amerika Serikat (AS) melonggarkan pembatasan terhadap kapal tanker shadow fleet.

Shadow fleet merupakan kapal-kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak dan produk minyak bumi dari negara-negara yang terkena sanksi AS seperti Rusia, Iran, dan Venezuela.

Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent turun 41 sen atau 0,39 persen menjadi US$105,51 per barel pada pukul 00.12 GMT atau 07.12 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 54 sen atau 0,55 persen menjadi 97,43 dolar AS per barel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan pencabutan sanksi terhadap sejumlah kapal yang disebut sebagai bagian dari shadow fleet.

Seorang pejabat AS menyebutkan langkah pelonggaran ini dipertimbangkan demi menekan tarif angkutan barang global yang belakangan telah menyentuh rekor tertinggi.

Rencana ini bergulir hanya beberapa hari setelah Trump memutuskan untuk mencabut sementara sanksi terhadap bahan bakar diesel dari Rusia.

Langkah tersebut telah memicu gelombang kritik keras antara lain dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, sejumlah negara Eropa, hingga rekan-rekan Trump dari Partai Republik di Senat AS.

Di sisi lain, menurut laporan Reuters, kejatuhan harga minyak dunia sebenarnya sedikit tertahan oleh meningkatnya eskalasi konflik geopolitik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Intensitas serangan maritim di sekitar jalur perairan kawasan tersebut dilaporkan meningkat tajam selama 10 hari terakhir.

Peningkatan serangan ini sejalan dengan sikap Iran yang menyatakan akan mengintensifkan responsnya atas blokade pelabuhan dan sanksi ketat AS yang dijatuhkan bulan lalu.

Di wilayah darat, eskalasi konflik juga memanas usai kelompok Houthi menembakkan rudal ke kompleks istana kepresidenan di Kota Aden, Yaman, pada Kamis lalu yang menewaskan dua orang penjaga.

Merespons situasi tersebut, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman turut merinci adanya puluhan rentetan serangan yang secara masif menargetkan infrastruktur Arab Saudi.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/pta)