gop-crypto.vip

Habitat Burung Langka Halmahera Kritis: Karhutla Berpekan-pekan di TN Aketajawe - Investasi Hijau Katadata.co.id

Beberapa pekan berlalu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Aketajawe Lolobata belum juga padam. Taman nasional ini merupakan habitat berbagai satwa endemik yang dilindungi dan terancam punah di Pulau Halmahera, Maluku Utara.

Taman nasional ini mencakup area seluas 167,3 ribu hektare di Maluku Utara. Kawasan ini terbagi menjadi dua blok. Blok Aketajawe berada di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Tidore, serta sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Timur. Sedangkan Blok Lolobata berada di Kabupaten Halmahera Timur.

Mengutip laman resmi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan, taman nasional ini mendapat mandat untuk melindungi kakatua putih yang terancam punah serta burung bidadari halmahera.

Kawasan ini menjadi habitat 26 spesies burung endemik dan disebut sebagai salah satu pusat endemisme burung yang penting di dunia. Di dalamnya terdapat Suaka Paruh Bengkok, pusat konservasi paruh bengkok terbesar di Indonesia.

“Itu berarti, jika semua dilahap karhutla, maka kepunahan niscaya akan terjadi,” tulis Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata dalam unggahan di Instagram @btn_aketajawelolobata, Senin (28/9).

Api dilaporkan telah merangsek ke sejumlah kawasan penting, termasuk habitat paok halmahera. Namun, tim di lapangan menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana untuk mencegah api meluas.

“Meski keterbatasan alat dan tak peduli dini hari, kami terus mencoba menjaga yang tersisa selama beberapa pekan ini,” demikian tertulis.

Tim menemukan antara lain seekor kuskus maluku yang mati terpanggang di lahan terdampak. “Karakter pergerakannya yang lambat membuat mereka menjadi salah satu korban paling rentan saat api dengan cepat melahap tajuk-tajuk pohon tempat mereka berlindung,” begitu tertulis.

Hingga kini, tim masih berupaya memadamkan api, memetakan area terdampak, dan menyisir sisa habitat untuk menyelamatkan satwa yang masih bertahan.

Sumber air warga dilaporkan turut terdampak kebakaran dan mengalami perubahan warna. “Tanpa akses air dan mesin, penyekatan manual terus dilakukan di tengah belantara,” demikian tertulis. Sedangkan asap dilaporkan menyebar ke wilayah sekitar.

Kebakaran bukan satu-satunya ancaman bagi ekosistem ini. Di tengah patroli dan upaya pemadaman, tim menemukan sejumlah peralatan mekanis di dekat kawasan yang diduga digunakan untuk aktivitas eksploitasi alam dan pertambangan ilegal.