gop-crypto.vip

Gurita Saham Prajogo BREN hingga TPIA, Kapitalisasi Rp 935 T tapi Dibayangi HSC - Bursa Katadata.co.id

Kerajaan bisnis konglomerat Prajogo Pangestu lewat grup Barito menguasai posisi-posisi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) per Senin (28/9). Jika ditotalkan, enam perusahaan Prajogo memiliki kapitalisasi pasar Rp 935,95 triliun per Senin (29/8).

Di sisi lain, sebagai emiten Prajogo dengan kapitalisasi pasar paling besar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) justru masuk dalam daftar high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi. Berdasarkan data perdagangan BEI pada Senin (28/9) pukul 11.03 WIB, kapitalisasi pasar BREN mencapai Rp 408,04 triliun. Dengan nilai itu BREN menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat di bursa.

Kapitalisasi pasar BREN ini telah menyusut signifikan sepanjang tahun ini. Berdasarkan catatan Katadata pada 10 Februari 2026, kapitalisasi pasar BREN masih mencapai sekitar Rp 1.076 triliun dan menempatkannya di posisi puncak sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Artinya, kapitalisasi pasar BREN telah turun sekitar 62,07% dari posisi tersebut. Angka Rp 1.076 triliun tersebut bahkan masih melampaui jika enam kapitalisasi pasar digabungkan per data hari ini. 

Kapitalisasi pasar merupakan salah satu indikator yang digunakan investor untuk mengukur ukuran suatu perusahaan. Perusahaan dengan kapitalisasi besar umumnya memiliki nilai perusahaan yang lebih tinggi di pasar dan menjadi salah satu kelompok saham yang banyak diperhatikan investor.

Anjloknya kapitalisasi pasar BREN terjadi di tengah sorotan terhadap porsi saham publik atau free float perseroan. Ditambah lagi BREN masuk ke dalam daftar HSC pada 2 April 2026. Sebulan kemudian, tepatnya 18 Mei 2026, kapitalisasi pasar BREN turun menjadi Rp 650 triliun.

Dalam daftar HSC, sejumlah pemegang saham BREN tercatat secara agregat menguasai 97,31% saham perseroan, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat. Adapun penerima manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) BREN tercatat adalah Prajogo Pangestu.

BREN tercatat memiliki free float sebesar 12,58%. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00045/BEI/03-2026, emiten dengan kapitalisasi pasar minimal Rp 5 triliun hingga di bawah Rp50 triliun dan memiliki free float di bawah 15% wajib memenuhi ketentuan minimum free float secara bertahap paling lambat 31 Maret 2027.

Gurita Saham Prajogo di Bursa

BREN bukan satu-satunya perusahaan yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu dan memiliki kapitalisasi pasar besar di BEI. Sejumlah perusahaan lain dalam kelompok usahanya juga masuk dalam jajaran emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Misalnya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memiliki kapitalisasi pasar Rp 153,55 triliun dan berada di posisi ke-13 terbesar di BEI.

Kemudian PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memiliki kapitalisasi pasar Rp 142,02 triliun dan berada di posisi ke-14. Selanjutnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memiliki kapitalisasi pasar Rp 105,11 triliun dan menempati posisi ke-20.

Sementara itu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memiliki kapitalisasi pasar Rp 73,02 triliun dan berada di posisi ke-30. Ada pula PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan kapitalisasi pasar Rp 54,21 triliun.

Selengkapnya dapat dilihat di tabel di bawah ini:

Nama EmitenKapitalisasi PasarFree FloatPergerakan Saham Ytd
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)Rp 142,02 triliun26,96%Rp 1.520 (turun 53,52% Ytd)
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)Rp 408,04 triliun12,58%Rp 3.040 (turun 68,56% Ytd)
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)Rp 153,55 triliun25,42%Rp 1.775 (turun 74,57% Ytd)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)Rp 105,11 triliun18,60%Rp 940 (turun 59,83%)
PT Petrosea Tbk (PTRO)Rp 54,21 triliun27,71% Rp 5.375 (turun 50,80% Ytd)
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)Rp 73,02 triliun9,9% Rp 585 (turun 64,97% Ytd)

(Sumber: Data bursa perdagangan intraday 11.03 WIB Senin (28/9)/ diolah Katadata)

Dengan besarnya bisnis Prajogo mengantarkannya sebagai orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan Forbes Billionaires Real Time per Senin (28/9), kekayaan Prajogo mencapai US$ 15,8 miliar atau setara Rp 283,09 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.917 per dolar AS.

Dengan kekayaan tersebut, Prajogo menempati posisi kedua orang terkaya di Indonesia dan peringkat ke-180 orang terkaya di dunia.

Di atas Prajogo terdapat pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Low Tuck Kwong dengan kekayaan sebesar US$ 16,7 miliar. Semestara itu di bawah Prajogo ada pemilik Grup Djarum R. Budi Hartono dengan kekayaan sebesar US$ 15,4 miliar.