Gunung Semeru Erupsi 9 Kali Hari Ini, Tinggi Letusan Tembus 900 Meter
Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:54 WIB
Jakarta, VIVA – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami sembilan kali erupsi pada Selasa (13/10/2026). Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi tercatat sejak pukul 00.00 WIB hingga 11.00 WIB dengan tinggi letusan mencapai 900 meter di atas puncak.
Baca Juga
Rangkaian erupsi tersebut disertai kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas yang bervariasi. Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada status Level III atau Siaga. Masyarakat pun diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan menjauhi kawasan yang berpotensi terdampak bahaya erupsi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.09 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
Baca Juga
"Erupsi kedua terjadi pada pukul 00.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Erupsi ketiga terjadi pada pukul 00.36 WIB. Aktivitas tersebut kembali tercatat pada pukul 05.06 WIB, 05.13 WIB, 05.20 WIB, 06.47 WIB, dan 08.10 WIB. Tinggi letusan dalam rangkaian tersebut berkisar antara 300 meter hingga 900 meter di atas puncak.
Baca Juga
Erupsi kesembilan terjadi pada pukul 10.37 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat daya dan barat.
"Gunung Semeru erupsi kembali pada pukul 10.37 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat," tuturnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Liswanto, aktivitas erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 137 detik.
Dengan status Level III atau Siaga, masyarakat tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
Halaman Selanjutnya
"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.