gop-crypto.vip

Gubernur Sumut serahkan tali asih 12 atlet legendaris internasional - ANTARA News Sumatera Utara

Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyerahkan tali asih kepada 12 atlet legendaris asal provinsi itu yang sukses pada masanya dengan berbagai prestasi mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di tingkat internasional.

"Pemberian tali asih ini sebagai bentuk apresiasi, dan penghormatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut atas dedikasi serta prestasi para atlet yang mengharumkan olahraga Sumatera Utara," ucap Bobby dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di halaman Kantor Gubernur Sumut, Senin.

Sebanyak 12 atlet legendaris Sumut berprestasi tingkat internasional menerima tali asih terdiri atas enam purna olahragawan, dan enam purna olahragawan disabilitas.

Para penerima tali asih dari Pemprov Sumut tersebut merupakan atlet-atlet yang memiliki rekam jejak dan prestasi membanggakan di berbagai ajang olahraga internasional.

"Ini salah satu bentuk penghormatan masyarakat Sumut, karena telah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di dunia, menorehkan prestasi yang luar biasa dengan keaktifan bapak/ibu sekalian di dunia olahraga,” kata Bobby.

Gubernur juga mengingatkan, bahwa pentingnya memasyarakatkan olahraga dan menjadikannya sebagai bagian dari budaya masyarakat.

Menurut dia, budaya olahraga yang kuat akan menjadi fondasi untuk melahirkan atlet berprestasi dan sekaligus membangun industri olahraga.

“Kita juga harus ingat, atlet-atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga, karena itu budaya olahraga, prestasi dan industrinya kita harus bangun sebagai satu kesatuan ekosistem," tutur Bobby.

Pihaknya juga berharap pembangunan ekosistem olahraga dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, atlet, pembina, serta berbagai pemangku kepentingan.

"Dengan demikian, olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga tumbuh sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, dan memiliki nilai ekonomi," ujar mantan Wali Kota Medan itu.

Adapun 12 atlet legendaris Sumatera Utara yang menerima tali asih itu adalah Sutiyono (75), pembalap sepeda Indonesia yang meraih 7 medali emas SEA Games pada 1977, 1979, dan 198, Lidya S Titaley (73), peraih 4 medali emas Kejuaraan Atletik se-Asia pada 1977, dan Mardi Lestari (58) yang dijuluki "Manusia Tercepat di Asia" dan mempersembahkan 4 medali emas nomor 100 meter SEA Games pada 1989, 1991, 1993, dan nomor 200 meter pada 1989, serta semifinalis Olimpiade 1988 di Seoul.

Kemudian, Suwito Lagola (58), juara kelas Welter Federasi Tinju Dunia (WBF) pada 1995-1997, Lamhot Simamora (56), juara tinju kelas Bantam Junior (Super Flyweight) Asia Pasifik pada 1991-1995 versi Orient and Pacific Boxing Federation (OPBF) tanpa terkalahkan di kancah profesional, dan Sandra Aryani (55), karateka putri peraih 2 medali emas SEA Games pada 1993 dan 1997, serta satu medali perak Asian Games di Bangkok pada 1998.

Selanjutnya, Ismayuddin Simangunsong (63), atlet para catur yang meraih 1 medali emas ASEAN Para Games pada 2013, Azhar Panjaitan (61), atlet para catur peraih 4 medali emas ASEAN Para Games pada 2013-2025, dan Roslinda Boru Manurung (60), atlet para catur peraih 6 medali emas ASEAN Para Games pada 2013 - 2017, serta 1 medali emas Asian Para Games 2018 di Jakarta.

Setelah itu, Yuddi Ana (57), atlet para atletik nomor tolak peluru meraih 1 medali emas ASEAN Para Games pada 2015 di Singapura,  Anto Boy (55), atlet para angkat berat meraih 3 medali emas ASEAN Para Games pada 2013-2017, dan ‎Nasip Farta Simanja (54), atlet para catur peraih 10 medali emas ASEAN Para Games pada 2013-2025, dan 2 medali emas Asian Para Games 2018 di Jakarta.

Pemprov Sumut juga memberikan penghargaan kepada Wilda Trisnie (66), yang berdedikasi dalam membudayakan olahraga dan semangat berolahraga tanpa mengenal batas usia.

Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.