gop-crypto.vip

Gubernur Bobby paparkan deretan proyek strategis Sumut di IMT-GT Ke-32 - ANTARA News Sumatera Utara

Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memaparkan sejumlah proyek strategis dan peluang investasi Sumut kepada peserta Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ke-32.

Bobby mengatakan pemaparan ini menegaskan potensi Sumatera Utara sebagai salah satu kawasan strategis dalam memperkuat kerja sama ekonomi regional IMT-GT.

"Di Sumatera Utara, kami dengan senang hati melaporkan proyek unggulan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei seluas 1.934 hektare," ucap Bobby yang juga bertindak sebagai Chair of the Chief Ministers' and Governors' Forum/CMGF (Ketua Forum Kepala Daerah IMT-GT dalam Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT Ke-32 di Medan, Kamis.

Selain itu, lanjut Gubernur, terdapat Toba Caldera Resort memiliki lahan seluas 386,72 hektare dengan nilai investasi 1,73 miliar dolar AS di kawasan Danau Toba.

Sumatera Utara juga menawarkan Kawasan Industri Strategis Sumatera Utara (KISS) pada lahan seluas 2.445 hektare yang berlokasi di Tanjung Kasau, Kabupaten Batu Bara

"Pengembangan pusat ekonomi kreatif, pertemuan, insentif, konvensi dan pameran (MICE), serta kota cerdas terpadu di Kabupaten Deli Serdang," beber Bobby.

Pihaknya juga menyebutkan bahwa sejumlah proyek strategis dari sembilan provinsi lain di Sumatera turut dipaparkan.

Di antaranya, Aceh memiliki proyek rumah sakit wisata medis senilai 20,89 juta dolar AS di Sabang, sementara Sumatera Barat mendorong hilirisasi produk-produk halal bernilai tambah dengan nilai ekspor 2,78 miliar dolar AS.

Di Riau terdapat proyek Jalur Roro Dumai–Melaka dan pusat kawasan Tanjung Buton, sedangkan Kepulauan Riau memiliki Kawasan Perdagangan Bebas Batam–Bintan–Karimun.

"Jambi juga memiliki Kawasan Ekonomi Khusus Ujung Jabung senilai Rp87,87 triliun, sedangkan Lampung menargetkan investasi pariwisata sebesar Rp19 triliun," katanya.

Ketua Forum Kepala Daerah IMT-GT Ke-32 juga menyampaikan pelaksanaan Kerangka Kerja Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan IMT-GT yang terus mengalami kemajuan di berbagai kota.

"Sekretariat ASEAN mencatat 47 kegiatan tingkat regional, dan 162 kegiatan kerja di bawah rencana strategis konektivitas ASEAN, serta jaringan kota cerdas ASEAN telah berkembang menjadi 38 kota anggota," tutur Bobby.

Gubernur juga menyampaikan rekomendasi forum CMGF terangkum dalam lima prioritas. Pertama, mobilisasi sumber daya di sepanjang koridor ekonomi IMT-GT dengan negara bagian/provinsi sebagai penggerak utama mempercepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kedua, integrasi konsep hijau ke dalam kerangka kerja CMGF guna menyelaraskan kebijakan kota hijau dengan Sustainable Urban Development Framework/SUDF (kerangka kerja pembangunan perkotaan berkelanjutan).

Ketiga, mempertahankan IMT-GT Green City Award sebagai program tahunan untuk mengapresiasi kota-kota yang mendorong pembangunan hijau, inklusif dan tangguh.

Keempat, penguatan pelaksanaan kerangka kerja pembangunan perkotaan berkelanjutan melalui koordinasi nasional dan daerah serta platform Konferensi Tingkat Menteri Kota Hijau.

"Kelima pemanfaatan kolaborasi Asian Development Bank (ADB), dan ASEAN untuk memobilisasi dukungan teknis dan finansial bagi proyek koridor dan inisiatif Green City,” ujar Bobby.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Bobby paparkan deretan proyek strategis Sumut di IMT-GT Ke-32

Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.