gop-crypto.vip

Gianni Infantino Bantah Tuduhan Bayar Uang Tolak untuk 'Kekasihnya' Semasa Jadi Sekjen UEFA

Hervin Saputra

| 9 Agustus 2026, 09:02 WIB

Gianni Infantino Bantah Tuduhan Bayar Uang Tolak untuk 'Kekasihnya' Semasa Jadi Sekjen UEFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino. - X/The Chelsea Forum

AKURAT.CO, Presiden FIFA, Gianni Infantino, membantah tuduhan telah memberikan "uang tolak" kepada seorang wanita yang diduga adalah kekasihnya semasa masih menjadi Sekretaris Jenderal UEFA.

UEFA sendiri telah mengonfirmasi bahwa mereka telah membayar uang tersebut kepada sosok kekasih Gianni Infantino yang tak disebutkan namanya itu.

Gianni Infantino bekerja selama 16 tahun di UEFA dan menjabat sekretaris jenderal konfederasi sepakbola Eropa tersebut sejak 2009 sampai terpilih menjadi Presiden FIFA pada 2016.

Adapun uang tolak yang dimaksud di antaranya meliputi pembiayaan kuliah master jurusan bisnis bergelar MBA. Total jumlah uang tersebut kabarnya mencapai jutaan Euro.

Infantino melalui pernyataan resmi FIFA membantah tuduhan tersebut dengan menyebutnya sebagai pencemaran nama baik.

https://www.akurat.co/bola/880255/meksiko-dukung-gianni-infantino-norwegia-desak-sang-presiden-mundur-segera

Khusus pendanaan biaya kuliah MBA tersebut FIFA menegaskan sudah sesuai regulasi yang berlaku di UEFA di masa itu. UEFA mengakui hal ini namun regulasi tersebut kini sudah diperketat.

"Presiden FIFA Gianni Infantino dengan tegas membantah tuduhan-tuduhan ini; tuduhan tersebut sama sekali tidak benar," kata juru bicara FIFA sebagaimana dipetik dari The Guardian.

"Segala bentuk penggambaran mengenai perilaku yang tidak pantas ataupun pelanggaran terhadap statuta atau peraturan merupakan tindakan pencemaran nama baik.

"Tidak ada satu pun karyawan di UEFA maupun FIFA yang pernah mengajukan keluhan terkait perilaku Mr Infantino, karena memang tidak pernah terjadi insiden yang melibatkan beliau."

Tuduhan ini menyasar Infantino sejalan tekanan yang diarahkannya dalam dua pekan terakhir berhubung rencananya menjual saham Piala Dunia ke pihak swasta.

UEFA adalah pihak terdepan yang menentang Infantino dengan proposal yang rencananya dijalankan atas nama FIFA Forward Enterprise (FFE) tersebut.

Infantino akhirnya membatalkan proposal yang bisa memberikan dana sebesar USD40 juta per tahun kepada masing-masing anggota FIFA itu karena merasa organisasinya "terpecah".

UEFA sendiri tak mengubah posisi dan beberapa anggota seperti Norwegia menyatakan hilang kepercayaan pada Infantino.

Di sisi lain, negara-negara seperti Argentina, Meksiko, dan Indonesia justru mendukung pria Swiss berusia 56 tahun itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H

H

Mahasiswi FK UPH Juara 1 Pilmapres Nasional 2026, Catat Sejaarah bagi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia

Jangan Sering Dimakan, 7 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Stroke

Tangis Haru Warnai MPLS Sekolah Rakyat, Kisah Ibu Buruh Harian Rela Anak Tinggal di Asrama

Mengenal Shadow Banking: Bank Bayangan yang Diam-diam Mengintai Sistem Keuangan

Persija dan Bank Jakarta Lanjutkan Kolaborasi untuk Super League 2026-2027