Gerdal hama tikus, Kementan sasar 30 hektare sawah di Aceh Timur - ANTARA News Aceh
Aceh Timur (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama petani menyasar 30 hektare areal persawahan di tiga gampong, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, sebagai upaya menekan populasi hama yang mengancam tanaman padi masyarakat melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus.
Kepala BRMP Ruminansia Kecil Kementan Muhammad Syawal selaku Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Aceh Timur, Kamis, mengatakan pengendalian hama tikus perlu dilakukan secara bersama dan serentak agar populasi hama tersebut dapat ditekan sebelum menimbulkan kerusakan pada tanaman padi.
"Gerdal ini kita lakukan bersama petani untuk menekan populasi tikus di areal persawahan. Pengendalian secara bersama diharapkan dapat mencegah kerusakan tanaman dan menjaga produksi padi petani," katanya.
Kegiatan Gerdal hama tikus tersebut dilaksanakan di tiga gampong di Kecamatan Madat, yakni Gampong Rambong Lop, Matang Jrok dan Matang Nibong. Di Gampong Rambong Lop, kegiatan melibatkan Kelompok Tani Neubok Harapan dengan luas pengendalian 10 hektare dan diikuti 20 peserta.
Baca: Serangan tikus masif, Distara Aceh Timur salurkan pestisida
Kemudian di Gampong Matang Jrok, Gerdal dilakukan bersama Kelompok Tani Sarena dengan sasaran areal seluas 10 hektare dan melibatkan 20 peserta.
Sementara di Gampong Matang Nibong, pengendalian melibatkan Kelompok Tani Bunga Padi pada areal seluas 10 hektare dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang.
Secara keseluruhan, kegiatan pada tiga gampong tersebut menyasar 30 hektare sawah dengan melibatkan 60 peserta dari kelompok tani.
Pengendalian dilakukan menggunakan teknik gropyokan dengan Brankus 57 PS. Petani bersama petugas bergerak menyisir areal persawahan untuk menemukan dan mengendalikan tikus yang menjadi ancaman bagi tanaman padi.
Pewarta: Hayaturrahmah
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.