gop-crypto.vip

Gerak cepat pembangunan manusia Sumatera Barat

Padang (ANTARA) - Keberhasilan pembangunan tidak selalu diukur dari banyaknya jalan yang dibangun, jembatan yang diresmikan, atau gedung yang berdiri megah. Semua itu penting, tetapi sesungguhnya hanyalah instrumen. Ukuran keberhasilan yang paling hakiki adalah ketika masyarakat hidup lebih sehat, memperoleh pendidikan yang lebih baik, memiliki kesempatan ekonomi yang lebih luas, serta merasakan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Itulah mengapa pembangunan manusia selalu kami tempatkan sebagai prioritas utama dalam pembangunan Sumatera Barat.

Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 5 November 2025 lalu memberikan optimisme bagi kita semua. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2025 mencapai 75,90, meningkat dari 75,02 pada tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya seluruh indikator penyusun IPM, mulai dari umur harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, hingga pengeluaran riil per kapita masyarakat.

Alhamdulillah, Sumatera Barat juga memperlihatkan tren pembangunan manusia yang terus membaik. Jika melihat perjalanan beberapa tahun terakhir, kemajuan tersebut berlangsung secara konsisten. Pada tahun 2020, IPM Sumatera Barat berada pada angka 72,38.

Selanjutnya meningkat menjadi 74,65 pada tahun 2021, 75,16 pada tahun 2022, 75,64 pada tahun 2023, kemudian naik menjadi 76,43 pada tahun 2024 atau bertambah 0,79 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, IPM Sumatera Barat kembali meningkat menjadi 77,27, atau bertambah 0,84 poin dibandingkan tahun 2024.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kualitas pembangunan manusia di Sumatera Barat terus bergerak ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan. Capaian tahun 2025 menempatkan Sumatera Barat tetap berada pada kategori pembangunan manusia tinggi dan berada di atas rata-rata nasional, peringkat ke-6.

Bagi kami di Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik kenaikan IPM terdapat anak-anak yang memperoleh kesempatan belajar lebih lama, masyarakat yang menikmati layanan kesehatan yang semakin baik, serta keluarga yang memiliki daya beli yang semakin meningkat. Inilah esensi pembangunan yang sesungguhnya: menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Salah satu kekuatan Sumatera Barat adalah sektor pendidikan. Harapan Lama Sekolah masyarakat Sumatera Barat telah mencapai 14,31 tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki peluang besar untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Tradisi masyarakat Minangkabau yang menjadikan ilmu sebagai jalan memuliakan kehidupan masih terus hidup hingga hari ini. Filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah serta semangat merantau telah melahirkan budaya belajar yang menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan daerah.

Namun, kami juga menyadari bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Rata-rata Lama Sekolah masyarakat Sumatera Barat telah meningkat menjadi 9,77 tahun, tetapi angka ini mengingatkan kita bahwa masih ada warga yang belum dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang menengah atas.

Oleh karena itu, peningkatan akses harus diikuti dengan peningkatan mutu pendidikan, pemerataan kualitas guru, penguatan pendidikan vokasi, serta penyiapan generasi muda yang mampu bersaing di era digital dan ekonomi berbasis pengetahuan.

Di bidang kesehatan, capaian Umur Harapan Hidup masyarakat Sumatera Barat yang mencapai 74,69 tahun juga menjadi indikator bahwa kualitas pelayanan kesehatan terus membaik.

Namun, meningkatnya usia harapan hidup harus diiringi dengan penguatan pelayanan kesehatan primer, pencegahan penyakit, peningkatan gizi masyarakat, serta pelayanan yang lebih baik bagi kelompok lanjut usia. Pembangunan manusia tidak hanya memastikan masyarakat hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih sehat dan produktif.

Pada saat yang sama, meningkatnya pengeluaran riil per kapita menjadi Rp12,041 juta per tahun menunjukkan adanya perbaikan kemampuan ekonomi masyarakat. Meski demikian, tantangan kita berikutnya adalah memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut semakin inklusif.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong penguatan sektor pertanian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, industri halal, dan investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berbagai capaian tersebut menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjalankan semangat Gerak Cepat untuk Sumbar. Bagi kami, gerak cepat bukan sekadar slogan pemerintahan, melainkan cara bekerja.

Pemerintah harus hadir lebih cepat melayani masyarakat, lebih cepat menyelesaikan persoalan, lebih cepat berkolaborasi, dan lebih cepat menghadirkan solusi. Birokrasi harus adaptif terhadap perubahan, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan berorientasi pada hasil yang dapat dirasakan secara nyata.

Semangat itu tidak mungkin diwujudkan oleh Pemerintah Provinsi sendiri. Keberhasilan pembangunan manusia merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah kabupaten dan kota adalah mitra strategis dalam menghadirkan layanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

Karena itu, kami terus memperkuat sinergi perencanaan pembangunan, menyelaraskan prioritas program, serta membangun koordinasi yang lebih erat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga ke seluruh nagari di Sumatera Barat.

Saya juga memberikan apresiasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang terus meningkatkan budaya kerja, inovasi, dan akuntabilitas. Kinerja birokrasi tidak lagi hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari sejauh mana program yang dijalankan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Budaya kerja yang kolaboratif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan manusia di Sumatera Barat.

Meskipun demikian, perjalanan kita masih panjang. Dengan IPM 77,27, Sumatera Barat masih memiliki ruang untuk mencapai kategori pembangunan manusia sangat tinggi. Target tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil apabila seluruh elemen masyarakat tetap menjaga semangat kebersamaan.

Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh adat, ulama, organisasi masyarakat, dan seluruh warga Sumatera Barat harus terus bergandengan tangan membangun daerah ini.

Saya meyakini bahwa ketika pembangunan manusia menjadi prioritas bersama, maka Sumatera Barat tidak hanya akan memiliki angka IPM yang semakin tinggi, tetapi juga akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, produktif, dan berdaya saing.

Itulah fondasi utama menuju Sumatera Barat yang madani, unggul, dan berkelanjutan, sekaligus kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045. *

Penulis: H. Mahyeldi Ansharullah, S.P, M.iM (Gubernur Sumatera Barat).

Oleh .

COPYRIGHT © ANTARA 2026