Gen Z Dominasi Penerima KPR Subsidi, BP Tapera Dorong Pekerja Muda Punya Rumah |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mendorong pekerja muda, khususnya generasi Z (Gen Z), untuk memiliki rumah pertama melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program pembiayaan perumahan bersubsidi pemerintah tersebut diharapkan menjadi solusi bagi generasi muda yang menghadapi kenaikan harga properti dan keterbatasan kemampuan finansial.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengatakan program FLPP dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja muda yang ingin membeli rumah pertama. Melalui fasilitas pembiayaan bersubsidi, pemerintah berupaya memperluas kesempatan masyarakat memiliki hunian layak dengan skema pembayaran yang lebih terjangkau.
“Program ini dapat menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya para pekerja muda,” kata Sid Herdi Kusuma dalam keterangannya pada Sabtu.
Menurut dia, terdapat sejumlah hambatan yang kerap dihadapi pekerja muda ketika hendak membeli rumah. Hambatan tersebut mencakup harga properti yang terus meningkat, tingginya suku bunga kredit komersial, serta kebutuhan uang muka yang cukup besar dibandingkan kemampuan menabung pada awal masa bekerja.
Kondisi tersebut membuat kepemilikan rumah menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama mereka yang baru memasuki dunia kerja. Di tengah kebutuhan hidup sehari-hari dan tuntutan membangun kemandirian finansial, pembelian rumah sering kali harus bersaing dengan berbagai kebutuhan lain yang lebih mendesak.
Untuk menjawab tantangan itu, BP Tapera menyediakan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program FLPP. Skema tersebut memungkinkan masyarakat yang memenuhi persyaratan memperoleh pembiayaan rumah dengan ketentuan yang lebih ringan dibandingkan sejumlah produk pembiayaan komersial.
Program FLPP juga memiliki peran penting dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui dukungan pembiayaan pemerintah dan kerja sama dengan lembaga perbankan, program tersebut diharapkan dapat menjangkau kelompok pekerja yang selama ini menghadapi kesulitan membeli rumah melalui mekanisme pasar.
Sementara itu, Direktur Consumer Banking Bank Syariah Nasional (BSN), Mochamad Yut Penta, mengatakan pihaknya mendukung penyaluran pembiayaan perumahan bersubsidi melalui skema angsuran tetap setiap bulan. Kepastian jumlah pembayaran tersebut dinilai penting bagi pekerja muda yang membutuhkan perencanaan keuangan jangka panjang.
“Kepastian angsuran merupakan salah satu keunggulan kami dalam pembiayaan perumahan bersubsidi,” ujar Penta.
Menurut Penta, skema angsuran tetap dapat membantu calon pembeli rumah mengatur pengeluaran bulanan dengan lebih terukur. Dengan mengetahui besaran kewajiban pembayaran sejak awal, pekerja muda memiliki kesempatan menyusun anggaran rumah tangga sekaligus mempersiapkan kebutuhan finansial lainnya.
Kepastian angsuran juga menjadi pertimbangan penting dalam keputusan membeli rumah, mengingat pembiayaan perumahan umumnya berlangsung selama bertahun-tahun. Karena itu, calon debitur perlu memperhitungkan kemampuan membayar cicilan secara berkelanjutan, termasuk ketika menghadapi perubahan pendapatan maupun peningkatan kebutuhan keluarga.
Gen Z Dominasi Penerima Manfaat
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengajak masyarakat yang belum memiliki rumah, termasuk generasi muda yang memenuhi persyaratan, untuk memanfaatkan program FLPP. Ia menilai kepemilikan rumah sejak usia produktif dapat menjadi bagian dari perencanaan masa depan yang lebih baik.
sumber : Antara