gop-crypto.vip

Gelombang Panas Sapu Korsel, Bandara Incheon Jadi Tempat Ngadem Lansia

Seoul -

Gelombang panas di Korea Selatan telah memecahkan rekor. Saking panasnya, warga berbondong-bondong ke bandara buat ngadem.

Bandara Internasional Incheon telah menjadi tempat berlindung yang tak terduga bagi orang-orang yang ingin menghindari suhu yang menyengat.

Korea Selatan mencatat suhu tertinggi sejak pencatatan nasional dimulai lebih dari seabad yang lalu pada tanggal 2 Agustus, yaitu 42,5°C di Yangsan, sekitar 310 kilometer dari Seoul, menurut Badan Meteorologi Korea (KMA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak saat itu, makin banyak lansia menghabiskan waktu berjam-jam di bandara. Mereka bermain game, makan bekal, dan beristirahat di bangku-bangku bandara, lapor The Korea Herald, Kamis (13/8/2026).

Melihat ini, Incheon International Airport Corp. (IIAC) telah mengeluarkan pemberitahuan yang memerintahkan para tunawisma yang mencari perlindungan dari gelombang panas yang parah untuk meninggalkan terminal.

Operator bandara mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah memasang pemberitahuan pada barang-barang milik para tunawisma sejak 30 Juli.

Pemberitahuan tersebut memperingatkan bahwa tidur atau menginap di fasilitas bandara dilarang berdasarkan Undang-Undang Fasilitas Bandara, memerintahkan mereka yang tidak berkepentingan untuk segera berhenti dan meninggalkan terminal penumpang.

Ditambahkan juga, bahwa mereka yang gagal mematuhi dapat menghadapi denda, penahanan, dan hukuman lainnya, dan dapat dimintai pertanggungjawaban atas kerugian.

Bandara Incheon berjarak sekitar 50 kilometer dari pusat kota Seoul dan mudah diakses dengan kereta bawah tanah yang dapat digunakan secara gratis oleh orang-orang berusia 65 tahun ke atas di Korea Selatan.

Meningkatnya jumlah orang yang bukan pelancong dan tinggal dalam jangka waktu lama telah meningkatkan tuntutan pada staf bandara untuk pembersihan, pengelolaan sampah, dan pemantauan.

Pihak bandara menyatakan bahwa bandara tetap merupakan fasilitas umum yang terbuka untuk semua orang dan terus mengelola terminalnya untuk meminimalkan ketidaknyamanan bagi para pelancong, seperti dikutip dari The Korea Times.

Incheon bersiap menghadapi salah satu musim perjalanan musim panas tersibuk dalam sejarahnya, dengan perkiraan 3,77 juta penumpang antara 25 Juli dan 10 September, atau sekitar 222.000 pelancong per hari.

Operator bandara, pemerintah kota Incheon, dan Distrik Yeongjong sebelumnya mendesak orang-orang tunawisma untuk pindah ke tempat penampungan, tetapi upaya tersebut dilaporkan tidak efektif.

"Kami tidak dapat secara paksa memindahkan individu-individu tersebut, jadi kami memasang pemberitahuan penggusuran sebagai panduan yang tidak mengikat," kata seorang pejabat IIAC. Kami mendesak pemerintah kota Incheon untuk turun tangan," demikian pernyataan bandara.

(bnl/ddn)