gop-crypto.vip

Gegara Pakai Semut, Pemilik Restoran Michelin Terancam Dipenjara!

Jakarta -

Restoran berbintang Michelin identik dengan hidangan unik dan mewah. Namun, restoran di Korea Selatan ini justru tersandung hukum gara-gara menyajikan semut.

Restoran berbintang Michelin selama ini identik dengan pengalaman bersantap kelas atas. Mulai dari bahan pilihan, teknik memasak yang rumit, hingga penyajian makanan tak biasa.

Tak heran jika setiap hidangan yang keluar dari dapur restoran prestisius selalu menarik perhatian, termasuk ketika chef menghadirkan bahan-bahan yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun gegara bahan makanan yang tak biasa, sebuah restoran justru terjerat kasus hukum. Dilansir dari BBC, (22/7/2026), jaksa Korea Selatan menuntut hukuman penjara selama satu tahun terhadap pemilik restoran.

Fruit strawberry sorbet with fresh berries on rustic backgroundSebuah restoran menyajikan sorbet dengan cara yang tak biasa. Foto: iStock

Restoran tersebut merupakan salah satu restoran Michlein-star ternama di Korea Selatan. Pemiliknya dituntut hukuman penjara sebab menyajikan semut dalam menu dessert atau hidangan penutup mereka.

Selain hukuman penjara, jaksa juga meminta restoran dikenai denda sebesar 20 juta won atau sekitar Rp244 juta. Semut tersebut diketahui digunakan dalam sebagian kecil dari menu degustasi yang terdiri dari 15 hidangan.

Pemilik restoran mengakui bahwa semut memang disajikan kepada pelanggan. Namun penggunaannya hanya sebagai topping sorbet.

Menurutnya, pelanggan juga telah diberi informasi dan pilihan untuk menikmati hidangan dengan topping lain jika tidak ingin menyantap semut.

Gegara Pakai Semut, Pemilik Restoran Michelin Terancam Dipenjara!Ada topping semut di bagian atasnya sampai-sampai terjerat kasus hukum. Foto: BBC

Masalahnya, semut tidak termasuk dalam 10 jenis serangga yang secara resmi disetujui untuk dikonsumsi manusia berdasarkan aturan keamanan pangan Korea Selatan.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah petugas dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea Selatan menemukan ulasan pelanggan di internet. Dalam ulasan tersebut, sejumlah pelanggan mengunggah foto makanan yang terlihat ditaburi semut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, restoran tersebut diperkirakan telah menggunakan sekitar 49.000 ekor semut selama periode empat tahun. Semut-semut itu diketahui diimpor dari Amerika Serikat dan Thailand.

Menurut laporan media lokal, semut yang digunakan restoran tersebut mengandung logam berat hingga 55 kali lebih tinggi dibandingkan serangga yang biasa dikonsumsi. Pemilik restoran kemudian memberikan pembelaan.

Ia mengatakan hanya sekitar 60% pelanggan yang memilih untuk mencoba hidangan dengan topping semut. Sementara itu, pelanggan lainnya mendapatkan alternatif seperti cuka fermentasi dan bunga yang bisa dimakan.

(dfl/adr)