gop-crypto.vip

GarudayaksaFC, kecepatan adaptasi dan transisi permainan - ANTARA News Megapolitan

Bogor (ANTARA) - Kekalahan yang diderita Garudayaksa FC dari Persok Kediri 0-2 pada laga pekan kedua Liga 1 BRI Super League 2026-2027 memberikan beberapa catatan sebagai bahan evaluasi tim  menjelang pekan ke-3 melawan Persebaya Surabaya (19/9/2026) mendatang. 

Tampil mengawali laga dengan menahan imbang Isenmulang FC 1-1, memberikan harapan. Sehingga hasil di kandang dari Persik jelas di luar ekspektasi. 

Hasil itu jelas menjadi evaluasi penting bagi tim asuhan Milos Joksic.

Selain itu menunjukkan bersama persaingan di Liga I BRI Super League membutuhkan adaptasi dan transisi permainan yang cepat dengan menyelaraskan pemain baru dan menyesuaikan dengan level kompetisi yang jauh kompetitif. 

Kunci Persik meraih dua gol sekaligus mendulang tiga angka di Bogor tidak lepas dari optimalisasi ini tengah tuan rumah yang memberi celah Persik mengimbangi penguasaan bola.. 

Pelatih Persik Reina menyebut kunci kekalahan Garudayaksa adalah kurang maksimalnya penguasaan lini tengah khususnya pada babak pertama. Akibatnya aliran bola mudah dipatahkan.

Namun itu belum berakhir, Garudayaknya masih punya kesempatan. 

Lini tengah Garudayaksa yang dimotori Atitia Gigis dan Theo Numberi cukup kerepotan meladeni transisi cepat permainan gelandang Bayu Otto dan Zanadin. 

Pelatih Milos Joksic masih memiliki 'amunisi' di sektor tengah melui rekrutan baru Alesandar Busnic.

Pemain jangkung 1,91 meter itu memiliki kapasitas dan pengalaman bertanding di Eropa bersama FC Vizela di Liga Portugal. 

Jam terbangnya akan membantu Garudayaksa  di laga berikutnya melawan Persebaya Surabaya di pekan ketiga. 

Busnic perlu disiapkan untuk menjadi pemain starter sebagai gelandang bertahan tunggal. Tigasnya menjadi petahanan di sektor tengah dan memberi ketenangan menyaring serangan sebelum berhadapan dengan serta memaksimalkan duel bola-bola udara di sektor tengah. 

Sektor serang Garudayaksa sebenarnya cukup mewah dan kompetitif  dengan kehadiran Ryo Matsunaga, Septian David Maulana, M Sihran serta dukungan striker Brian Rubio. 

Tinggal bagaimana aliran bola bisa memberi peluang kepada mereka untuk bermanuver di sektor depan. Ketatnya pengawalan dan pressing dipastikan akan mereka alami di laga-laga berikutnya sehingga perlu kreasi dan transisi permainan yang pas. 

Andin Vermansyah dan Alfriyanto Nico bisa jadi formula yang bisa lebih menggocek konsentrasi bek penjaga pertahanan serta memberi tusukan dari lebar lapangan.

Terkait dua gol Persik yang diborong Jose Enrique, menunjukkan adanya celah komunikasi yang masih terjadi antara kiper dengan bek, terutama dalam mengantisipasi umpan silang. 

Koordinasi dan komando sektor pertahanan yang ditempati Wahyu Praetyo perlu lebih agresif dalam melakukan pengawalan terhadap striker, khususnya yang bertipe target man. 

Ruang tembak dan ruang umpan  dari sektor sayap perlu diamankan sehingga bisa mencegah eksploitasi oleh bek-bek sayap lawan. 

Sedangkan di sektor depan, Garudayaksa memiliki Brian Rubio, namun bisa ada opsi lain dengan memainkan Septian Bagaskara dan Arkhan Kaka untuk bisa menjaga pemain tetap fresh. 

Keduanya pada laga melawan Persib berada di bangku cadangan. 

Brian Rubio dan Arkhan Kaka atau Bhagaskara bisa beroperasi sebagai duet striker dalam skema 4-4-2 Sekaligus membuat daya dobrak tim lebih optimal.

Pewarta: Pewarta BPJ
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.