FPTI puji perjuangan Aditya kendati gagal sabet medali
Nagoya, Jepang (ANTARA) - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) tetap mengapresiasi penampilan atlet panjat tebing nasional Aditya Tri Syahria, yang gagal menyumbang medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada babak final nomor speed putra, pada Kamis (1/10).
Menurut Ketua Umum FPTI Yenny Wahid, di Nagoya, Jepang, Sabtu malam, Aditya sudah memenuhi ekspektasi organisasi secara kualitas dan kemampuan. Namun, dia gagal menyumbang medali emas akibat False Start pada babak final.
"Sebetulnya secara catatan waktu, Adit itu yang paling cepat. Jadi ya kemarin false start. Memang ya itu olahraga, seperti itu," tutur Yenny.
FPTI berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi atlet dan tidak terulang. Adit juga diharapkan bisa lebih matang melalui hasil tersebut.
Baca juga: Dongkrak kualitas nomor lead, FPTI kirim atlet berlatih ke Jepang
Kendati begitu, FPTI tidak menaruh kesalahan sepenuhnya pada atlet andalan tersebut. Bahkan, sejumlah atlet diketahui juga mengalami false start saat pertandingan.
"Semoga dengan kematangan atlet dan latihan juga, Adit bisa lebih mengenal kemampuannya, bisa menahan diri dan lebih punya ritme bertanding. Dia catatan waktunya sudah best, tapi ya sedang tidak beruntung. Yang false start bukan cuma dia, tapi atlet China dan Jepang juga. Padahal, tiga atlet itu yang terunggul," ujar Yenny.
FPTI melihat potensi besar Aditya dalam perlombaan, dan bahkan diproyeksikan untuk dikirim membela Merah Putih pada ajang Olimpiade 2028. Oleh sebab itu, penguatan mental atlet menjadi pertimbangan penting bagi FPTI untuk memoles atlet-atlet binaannya agar lebih matang pada ajang kelas dunia.
Pada ajang Asian Games 2026, cabang olahraga panjat tebing hanya berhasil mengamankan medali tunggal. Beruntung, pencapaian tersebut berupa medali emas yang diperoleh Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang berlomba di nomor speed putri.
Baca juga: FPTI apresiasi penampilan atletnya tembus final lead Asian Games 2026
Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.