gop-crypto.vip

Forum Anak Kalbar ajak orang tua dampingi anak saat gunakan gawai - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Ketua Forum Anak Provinsi Kalimantan Barat Erlina Ria Norsan mengajak orang tua memperkuat pola asuh dan mendampingi anak saat menggunakan gawai di tengah perkembangan era digital.

"Anak-anak perlu kita jadikan teman. Pendekatannya lebih kepada anak, mendengar apa yang mereka sampaikan, berdiskusi dengan baik, serta memperhatikan apa yang mereka mau," ujar Erlina alam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke 42 tahun 2026 di Pontianak, Selasa.

Menurut dia, gawai dan media sosial memiliki manfaat positif untuk mendukung pembelajaran serta membuka akses informasi, tetapi penggunaan tanpa pengawasan dapat berdampak terhadap tumbuh kembang anak.

"Penggunaan gawai kini telah menjadi bagian dari keseharian anak, mulai usia balita hingga usia sekolah, Karena itu, orang tua diminta tidak menyerahkan sepenuhnya penggunaan gawai kepada anak tanpa pendampingan," tuturnya.

Orang tua perlu mengetahui konten yang dikonsumsi, membatasi waktu penggunaan, serta memastikan penggunaan gawai sesuai kebutuhan dan usia anak.

"Orang tua harus lebih waspada dan selektif dalam mengawasi apa yang dilihat anak. Waktu penggunaan gawai juga perlu dibatasi, terutama ketika tidak berkaitan dengan kebutuhan sekolah. Jangan sampai anak terbiasa bergantung pada HP. Berikan batasan waktu agar anak tidak kecanduan," tegasnya.

Erlina berharap penguatan pola asuh, perlindungan anak, dan pendampingan di era digital dapat dilakukan secara bersama-sama oleh keluarga, sekolah, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.

"Anak-anak adalah masa depan kita. Kalau sejak sekarang mereka kita lindungi, kita dengarkan, dan kita arahkan dengan baik, maka kita sedang mempersiapkan generasi yang berkualitas untuk Kalimantan Barat dan Indonesia di masa depan," ujarnya.

Pada peringatan HAN ke-42 tersebut juga diluncurkan program "Berlian" atau Bersama Lindungi Anak sebagai salah satu upaya memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak dalam mewujudkan Kalimantan Barat sebagai Provinsi Layak Anak.

Erlina menjelaskan program tersebut mendorong pendekatan yang tidak hanya bersifat instruktif, tetapi mengedepankan komunikasi dan keterlibatan anak dalam berbagai persoalan yang menyangkut kehidupan mereka.

"Kalau anak merasa didengar dan dilibatkan, mereka akan lebih nyaman untuk bercerita kepada orang tua. Dari situ kita bisa memberikan arahan dan perlindungan yang tepat," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.