Fitur dan juga biaya perawatan ketika memiliki Suzuk XL7
Jakarta (ANTARA) - Pertimbangan dalam membeli kendaraan roda empat, di masa ekonomi yang sedang tidak pasti ini menjadi faktor yang perlu diperhitungkan agar kendaraan tidak menjadi beban setelah dimiliki.
Calon konsumen juga perlu memperhatikan biaya perawatan, kelengkapan fitur hingga kendaraan yang mampu menunjang kebutuhan pengendara sehari-hari.
Hal tersebut, menjadi pertimbangan hadirnya XL7 yang hadir dengan sejumlah pembaharuan, khususnya pada perangkat pendukung keselamatan dan kenyamanan.
Baca juga: Suzuki mulai serahkan XL7 terbaru ke konsumen
Salah satu pembaharuan yang ditawarkan, adalah Digital Video Recorder (DVR) yang berfungsi merekam kondisi selama perjalanan.
Fitur ini dapat menjadi perangkat pendukung ketika pengemudi menghadapi situasi di jalan yang membutuhkan dokumentasi.
"Suzuki terus mengembangkan fitur kendaraan berdasarkan kebutuhan nyata pelanggan. 360 View Camera dan Digital Video Recorder pada XL7menjadi salah satu upaya kami menghadirkan pengalaman berkendara yang memberikan rasa tenang dalam berbagai kondisi perjalanan," kata Deputy Managing Director PT SIS, Donny Saputra dalam keterangan resminya.
Kendaraan ini juga sudah dibekali dengan fitur penting, seperti Tire Pressure Monitoring System (TPMS). Sistem tersebut memungkinkan pengemudi memantau tekanan ban secara lebih praktis.
Informasi ini penting karena tekanan ban yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kenyamanan, pengendalian, hingga efisiensi kendaraan.
Sementara itu, perangkat head unit menjadi salah satu bagian yang menunjang kebutuhan hiburan dan konektivitas di dalam kabin.
Kehadiran sejumlah perangkat tersebut membuat pembaruan XL7 tidak hanya berkutat pada tampilan, tetapi, juga fungsi yang bersentuhan langsung dengan penggunaan sehari-hari.
Namun, fitur bukan satu-satunya hal yang perlu diperhitungkan. Cost of ownership atau biaya kepemilikan justru menjadi aspek yang kerap luput ketika konsumen menentukan pilihan.
Suzuki menyediakan perawatan berkala sesuai jadwal servis kendaraan, dengan biaya yang dapat menjadi acuan bagi calon pemilik dalam menghitung pengeluaran selama masa penggunaan.
Perhitungan tersebut, mencakup kebutuhan servis dan penggantian komponen sesuai interval perawatan.
Dari segi biaya perawatan berkala di klinometer 1.000 sampai dengan 3.000, masih menjadi tanggung jawab Suzuki alias gratis.
Ketika memasuki kilometer 40.000, konsumen hanya perlu membayar penggantian Drive Belt dengan total Rp588.675.
Memasuki kilometer 50.000, service gratis masih berlanjut karena hanya penggantian oli mesin dan filter oli, sementara di kilometer 60.000, total biaya naik menjadi Rp1.391.563 seiring penggantian oli mesin, busi, dan oli transmisi.
Perawatan berkala yang terus berulang ketika mencapai interval 10.000 itu, jika diakumulasikan hingga mencapai 100.000 km tidak mencapai Rp10 juta.
Konsumen, hanya membutuhkan biaya perawatan sebesar Rp7,6 juta untuk varian manual dan Rp7,4 juta untuk varian otomatis.
Dari sisi harga, XL7 Zeta MT dibanderol Rp274,3 juta, Zeta AT Rp285,3 juta, Beta MT Rp301,9 juta, Beta AT Rp312,9 juta, Alpha AT Rp327,7 juta, dan Alpha AT Two Tone Rp329,7 juta dengan status on the road Jakarta.
Baca juga: Kencan singkat dengan Suzuki XL7 di GIIAS 2026
Baca juga: Manfaat fitur TPMS di Suzuki XL7 yang belum banyak diketahui
Baca juga: Suzuki targetkan raih pangsa pasar 20 persen melalui New XL7
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
- Tags
- suzuki xl7
- suzuki
- xl7