FEB UNP bekali ibu-Ibu Majelis Taklim di Padang pengelolaan keuangan syariah
Padang (ANTARA) - Program Studi Ekonomi dan Keuangan Islam, Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Negeri Padang (UNP) memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dengan membekali ibu-ibu Majelis Taklim di Padang Sarai, Kota Padang pengelolaan keuangan syariah.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berlokasi di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang dilaksanakan pada Sabtu 15 Agustus 2026.
Melalui skema Program Integrasi Prodi dan Nagari, kegiatan bertajuk “Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah berbasis Perilaku bagi Majelis Taklim di Kelurahan Padang Sarai, Koto Tangah, Padang” tersebut diikuti sekitar 40 ibu-ibu Majelis Taklim dan pelaku usaha mikro di Masjid Ukhuwah, Komplek Perumahan Mega Permai 1, Koto Tangah, Padang.
Ketua Program Studi Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNP Dr Muhammad Irfan menyampaikan kegiatan ini berangkat dari masih perlunya penguatan pengetahuan sekaligus praktik ekonomi dan keuangan syariah di tengah masyarakat.
“Pengetahuan saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah bagaimana prinsip ekonomi dan keuangan Islam itu dipraktikkan dalam kehidupan keluarga dan usaha” ujarnya.
Ia menilai ibu-ibu Majelis Taklim memiliki posisi penting karena berperan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga dan sebagian juga menjalankan usaha mikro. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam keluarga sekaligus dibagikan kepada lingkungan sekitar.
Menurutnya ketahanan keluarga sangat ditentukan oleh ketahanan ekonomi. Ketahanan ekonomi keluarga pun tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya pendapatan yang diperoleh, tetapi juga cara mengelola pendapatan.
"Kemampuan menyusun prioritas, mencatat pengeluaran, merencanakan kebutuhan memilih sumber pembiayaan menjadi penting. Dengan itu, keuangan keluarga tetap sehat. Lebih dari itu memperoleh keberkahan sebagai sumber ketenanangan (sakinah) dalam rumah tangga," ujarnya.
Kegiatan dikemas tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga dengan contoh dan praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ustadz Zulfi Akmal membahas prinsip Islam dalam mengelola keuangan rumah tangga. Peserta diajak memahami cara mengatur pendapatan dan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mempertimbangkan berbagai pilihan akad dalam ekonomi Islam.
Pemahaman tersebut penting ketika keluarga membutuhkan pembiayaan. Dengan mengenal pilihan akad dan prinsip transaksi syariah, masyarakat memiliki lebih banyak pertimbangan dalam menentukan sumber pembiayaan yang sesuai.
Materi berikutnya disampaikan Dewi Chandra, pengelola Koperasi Majelis Taklim. Ia memperkenalkan koperasi sebagai salah satu pilihan sumber pembiayaan yang dapat dikembangkan di lingkungan komunitas.
Menurutnya keberadaan koperasi dapat memperkuat kemandirian ekonomi anggota karena masyarakat memiliki alternatif sumber pembiayaan yang lebih dekat dan sesuai dengan kebutuhan. Dengan pilihan yang semakin beragam, ketergantungan pada sumber pembiayaan informal seperti rentenir maupun pinjaman daring berbasis bunga dapat ditekan.
Sementara itu, Dr Khadijah At Thahira, sebagai perencana keuangan keluarga, mengajak peserta mempraktikkan perencanaan keuangan sederhana.
Peserta belajar menyusun anggaran, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta menentukan prioritas penggunaan pendapatan. Bagi keluarga, kebiasaan mencatat keuangan dapat membantu melihat kondisi keuangan secara lebih jelas dan membuat keputusan berdasarkan kebutuhan yang nyata.
Hal tersebut juga penting bagi pelaku usaha mikro. Ketika keuangan usaha dan rumah tangga tercatat dengan baik, pelaku usaha dapat mengetahui perkembangan usahanya, menjaga modal, sekaligus merencanakan penggunaan keuntungan secara lebih terarah.
Kegiatan ini menempatkan literasi keuangan syariah sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan dan kemandirian ekonomi keluarga.
Keluarga yang memiliki perencanaan keuangan lebih baik akan lebih siap menghadapi kebutuhan pendidikan, kesehatan, pengembangan usaha, maupun kebutuhan tidak terduga. Pada saat yang sama, kemampuan mengelola uang secara bijak membantu keluarga mempertimbangkan pembiayaan secara lebih matang dan mengurangi risiko ketergantungan pada rentenir maupun pinjaman yang tidak sesuai dengan prinsip syariah.
Bagi Program Studi Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNP, penguatan literasi tersebut merupakan bagian dari upaya membawa pengetahuan ekonomi syariah lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Harapannya, apa yang dipelajari tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi menjadi kebiasaan di rumah dan dalam aktivitas usaha: merencanakan, mencatat, memprioritaskan, dan mengambil keputusan keuangan secara bijak sesuai nilai-nilai Islam.
Dengan demikian, literasi keuangan syariah bukan semata-mata tentang bagaimana menghindari persoalan keuangan, tetapi tentang bagaimana keluarga membangun fondasi ekonomi yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.