gop-crypto.vip

Fantastis! Spanyol Kuasai Dunia Bukan dengan Perang, tapi 16 Gelar dalam 5 Tahun

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:06 WIB

VIVA – Spanyol tak lagi sekadar menjadi juara dunia. La Furia Roja kini benar-benar menjelma sebagai penguasa sepak bola dunia.

Baca Juga

Kesuksesan menaklukkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, menjadi bukti terbaru dominasi Negeri Matador di pentas internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gelar tersebut melengkapi pencapaian luar biasa Spanyol setelah sebelumnya menjuarai Euro 2024. Menariknya, sejarah kembali terulang. Seperti pada era emas 2010, Spanyol kembali mengangkat trofi Piala Dunia dua tahun setelah menjadi kampiun Eropa.

Baca Juga

Namun, kali ini pencapaian mereka jauh lebih dahsyat. Dalam kurun waktu 2022 hingga 2026, Spanyol sukses mengoleksi 16 gelar internasional di berbagai level usia, baik putra maupun putri.

Tak hanya mendominasi level senior, mereka juga berjaya di kelompok umur U-17, U-19, hingga U-20. Tim putri bahkan menjadi yang pertama membawa pulang Piala Dunia Wanita 2023, sebelum tim putra menyusul dengan merebut Piala Dunia 2026.

Baca Juga

Artinya, Spanyol kini menjadi negara pertama yang mampu menyandang status juara dunia sepak bola putra dan putri secara bersamaan. Selain dua trofi Piala Dunia, Spanyol juga memborong berbagai gelar bergengsi lainnya seperti UEFA Nations League, Euro, hingga medali emas Olimpiade Paris 2024.

Keberhasilan Spanyol bukan muncul secara instan. Di balik rentetan prestasi itu terdapat sistem pembinaan pemain muda yang berjalan konsisten selama bertahun-tahun.

Pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, menyebut dominasi La Furia Roja sebagai "badai sempurna" yang lahir dari budaya sepak bola yang terus dijaga.

"Ini adalah dominasi. Semua orang percaya pada sistem yang sama dan kami tidak pernah berhenti berkembang," kata Balague.

Ia bahkan menyebut pencapaian kali ini lebih istimewa dibanding era 2010. "Dulu kami memenangkan Euro lalu Piala Dunia. Sekarang kami mengulanginya lagi. Rasanya seperti mendaki Gunung Everest untuk kedua kalinya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sentuhan Dingin Luis de la Fuente

Di balik kebangkitan Spanyol, ada sosok Luis de la Fuente. Saat ditunjuk menggantikan Luis Enrique pada akhir 2022, banyak pihak meragukan kapasitasnya karena belum pernah menangani klub elite Eropa.

Halaman Selanjutnya

Namun keputusan Federasi Sepak Bola Spanyol justru menjadi salah satu langkah terbaik dalam sejarah mereka. De la Fuente merupakan pelatih yang telah bertahun-tahun membina pemain-pemain muda Spanyol.