gop-crypto.vip

Fanny Soegi hingga Ndarboy sukses hibur warga Boyolali pada perhelatan Keroncong Svaranusa 2026

Fanny Soegi hingga Ndarboy sukses hibur warga Boyolali pada perhelatan Keroncong Svaranusa 2026

Minggu, 6 September 2026 13:26 WIB

Image Print

Keroncong Svaranusa 2026 yang dihelat di Alun-Alun Kidul Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu malam (5/9/2026). ANTARA/Aris Wasita

Boyolali (ANTARA) - Sejumlah penyanyi seperti Fanny Soegi hingga Ndarboy sukses menghibur warga Boyolali pada perhelatan Keroncong Svaranusa 2026 yang dihelat di Alun-Alun Kidul Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu malam.

Fanny membuka penampilan dengan menyanyikan lagu Bengawan Solo, dilanjutkan dengan lagu populernya Asmalibrasi. Ia sempat menyapa ribuan warga Boyolali yang datang memenuhi alun-alun.

Usai Fanny, penyanyi Dhyo Haw juga membawakan sejumlah lagu dan diikuti oleh penampilan Ndarboy yang membawakan beberapa lagu seperti Kicau Mania dan Jogja Istimewa dengan diiringi oleh orkestra keroncong.

Terkait acara tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI Ahmad Mahendra mengatakan Keroncong Svaranusa 2026 ini merupakan perhelatan ke-5 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan RI.

“Sebelumnya ada di Banyumas, Kediri, Blitar, dan di Makassar. Ini adalah tahun spesial karena kebetulan saya juga lahir di Boyolali,” katanya.

Ia berharap melalui acara tersebut musik keroncong bisa tetap lestari dan diminati masyarakat.

“Harapan kami nilai-nilainya tetap tapi elastis, agile, karena keroncong ternyata bisa mengikuti zaman,” katanya.

Ia mengatakan pemilihan Boyolali menjadi penting karena potensi kebudayaan daerah yang layak untuk dikembangkan lebih besar.

“Kita sudah banyak dengar, sebetulnya sudah dari tahun lalu, tapi belum kesempatan. Oleh karena itu kita persiapkan secara baik, dan alhamdulillah malam ini juga terbukti. Memang Boyolali harus disentuh dengan nilai-nilai keroncong ini, yang sebetulnya sudah banyak potensinya,” katanya.

Ia mengatakan kebudayaan yang sudah cukup potensial di Boyolali seperti tarian Topeng Ireng dan Merbabu Art Festival.

“Insya Allah tahun depan kami perkuat agar seperti Jazz Bromo dan sebagainya sehingga bisa menjadi agenda tetap,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Boyolali Agus Irawan bersyukur Boyolali bisa menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

“Keroncong ini bagian dari jati diri Boyolali, menjadi kesenian yang benar-benar melekat dengan warga Kabupaten Boyolali,” katanya.

Ia berharap ke depan keroncong makin diminati masyarakat termasuk anak-anak muda.

“Tadi anak muda yang hadir juga banyak sekali. Antusiasnya sangat luar biasa. Semoga ke depan bisa juga membawa nama baik Kabupaten Boyolali, menjadi salah satu ikon Kabupaten Boyolali dengan kesenian kita yang sangat luar biasa sekali, ada keroncong, ada seni tari, ada wayang, yang semuanya benar-benar kita ingin angkat bersama-sama,” katanya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.