Faisol Riza Ungkap Strategi Prabowo Bawa Indonesia Naik Kelas Jadi Negara Maju
Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:34 WIB
Jakarta, VIVA – Indonesia dinilai perlu memperkuat fondasi industri nasional jika ingin mempercepat langkah menuju negara maju.
Baca Juga
Menurut Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, penguatan industri bukan hanya soal mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan Indonesia memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan industri dari dalam negeri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal itu disampaikan dalam Diskusi Publik “Industrialisasi, Bursa Komoditas Strategis dan Prabowonomics” di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/26).
Baca Juga
Faisol menyebut diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya PKB mengonsolidasikan gagasan terkait arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah ekonom, praktisi, dan akademisi turut hadir, termasuk Burhanuddin Abdullah, Didik J. Rachbini, Prof. Candra Wijaya, dan Poltak.
Menurut dia, konsep Prabowonomics dapat menjadi titik temu antara amanat ekonomi dalam UUD 1945 dengan kondisi Indonesia dan perkembangan ekonomi global.
Baca Juga
“Implementasi dari Prabowonomics ini sebagai jalan tengah akan membawa kita kepada satu step, khususnya di bidang industrialisasi,” tuturnya.
Faisol mengatakan ada dua hal yang harus dipastikan jika Indonesia ingin memiliki industri yang mandiri, yakni ketersediaan bahan mentah dan bahan baku serta penguasaan teknologi.
Tanpa dua fondasi tersebut, menurut dia, Indonesia akan sulit membangun industri yang benar-benar mampu berdiri kuat dan terintegrasi.
“Kalau dua hal ini bisa kita jamin bahwa industri di Indonesia memiliki kemandirian ini, kita akan sampai pada kesimpulan yang tadi dalam keynote speech-nya Pak Burhanuddin Abdullah sampaikan: pertumbuhan ekonomi yang bisa 8 persen,” katanya.
Faisol kemudian menyoroti rencana pembangunan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di dalam negeri. Bursa tersebut dipandang dapat menjadi salah satu instrumen untuk memastikan ketersediaan komoditas yang dibutuhkan industri nasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Hilirisasi itu karena kita ingin, misalnya, bursa komoditas strategis menjamin pasokan bahan mentah untuk diolah menjadi bahan baku untuk industri,” ujar Faisol.
Faisol mencontohkan batu bara. Menurut dia, persoalan batu bara tidak berhenti pada harga komoditas yang terbentuk di pasar global. Komoditas tersebut juga perlu dimanfaatkan sebagai bagian dari rantai industri di dalam negeri.
Halaman Selanjutnya
Salah satunya melalui pengembangan teknologi gasifikasi batu bara.